Terkait Pemberitaan Keluhan Keluarga Pasien, Ini Konfirmasi Yang Disampaikan RSUD Kota Madiun

47

LENSA MADIUN- Pemberitaan mengenai keluhan keluarga pasien yang belum sempat mendapatkan konfirmasi dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Madiun karena peristiwa terjadi pada malam hari Minggu (26/7/2020), mendapat respon cepat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun.

RSUD Kota Madiun, Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Madiun mengatakan, bahwa keluhan keluarga pasien mengenai tidak ramahnya pelayanan di RSUD adalah tidak benar, karena disaat pandemi Covid-19 ini RSUD memang menerapkan protokol kesehatan ketat, termasuk kunjungan dan jumlah penunggu pasien di RSUD.

“Untuk diketahui, bahwa dalam pandemi Covid-19 RSUD Sogaten telah menerapkan kebijakan terkait Protokol Kesehatan yang sudah tertuang di SE RSUD Kota Madiun Nomor: 445/685/401.300/2020 Tentang Kewaspadaan Covid-19. Yang berisi, Pasien rawat inap RSUD tidak diperkenankan dibesuk, jumlah penunggu pasien rawat inap maksimal satu orang dan diberi kartu penunggu. Pengunjung dan penunggu wajib menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19,” kata Subakri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, Selasa (28/7/2020).

Selain mengenai pelayanan, Subakri menegaskan, keluhan keluarga pasien yang seolah-olah seperti RSUD membeda-bedakan antara Pasien BPJS dan Pasien Umum adalah tidak tepat, karena hal itu dibuktikan selama ini RSUD Kota Madiun tersebut lebih bnyak menangani pasien BPJS dari pada pasien Umum.

“RSUD tidak membedakan antara pasien BPJS maupun Pasien Umum. Hal itu dikarenakan hampir sebagian besar pasien di RSUD Kota Madiun adalah pengguna BPJS Kesehatan, baik yang dibiayai Pemerintah Daerah ataupun Mandiri, “ujarnya.

Selain itu, Kepala Diskominfo Kota Madiun juga menerangkan, bahwa RSUD Sogaten sangat terbuka dengan berbagai keluhan, kritik dan saran, baik dari pasien dan keluarga pasien.

Hal itu dibuktikan dengan adanya kontak aduan yang sudah terpampang jelas, hampir disetiap sudut RSUD, yang akan ditindak lanjuti secara langsung oleh petugas.

“RSUD sangat terbuka terhadap kritik dan Saran dari masyarakat. Terbukti RSUD menerima keluhan maupun pengaduan mengenai pelayanan RSUD melalui petugas. Dimana kontak petugas sudah tesebar diseluruh penjuru RSUD Kota Madiun. Dan dari setiap pengaduan yang masuk akan dikonfirmasi dari tim yang memberikan layanan, ” imbuhnya.

Sebagai informasi, diberita sebelumnya keluarga pasien mengeluh dengan pelayanan yang diberikan RSUD Kota Madiun. Hal itu dimungkinkan karena keluarga pasien belum tahu penerapan aturan protokol Covid-19 yang sudah diterapkan di RSUD kota Madiun.

Sementara, berita sudah ditayangkan dari sisi keluarga pasien dan belum mendapat konfirmasi dari pihak RSUD karena peristiwa terjadi saat malam hari. (ton)