Terus Menerus Ambrol, Jembatan Bogem Semakin Mengerikan

1480

LENSA MAGETAN- Terus menerus digerus derasnya air sungai, kondisi jembatan Kedung dowo jalur utama penghubung Kecamatan Sukomoro dan Karas yang sempat ditutup tepatnya di Desa Bogem, Kecamatan Sukomoro semakin rusak parah.

Pantauan media di lapangan, jembatan yang semula hanya ambrol pada pondasinya saja, saat ini mulai terlihat berlubang di bagian atas atau aspalnya.

Bahkan, lubang tersebut terus menerus semakin membesar disebabkan gerusan air sungai yang juga besar saat hujan lebat.

“Kemarin itu sudah ditutup karena jembatan berlubang, dan sore ini lubangnya tambah besar, kalau terus menerus lubangnya tambah besar bisa ambrol semua jembatan ini,” kata Aris Setiawan warga Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro,Minggu (14/3).

Aris menjelaskan, pasca ditutupnya jembatan tersebut warga Desa Kentangan yang ingin menuju Karas mencari jalan alternatif lain lewat Jalan Kentangan bagian barat melewati persawahan dengan jarak tempuh yang semakin jauh.

“Kalau mau ke Karas ya lewat jalan lain, lewat jalan persawahan dengan jarak sekitar 2 kilometer lebih,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, jembatan yang berada di Desa Bogem, Kecamatan Sukomoro tersebut sempat ditutup untuk kendaraan roda empat karena satu bagian pondasinya ambrol diterjang banjir.

Ditutupnya jembatan dikarenakan kondisinya yang membahayakan untuk dilewati kendaraan berat, karena posisi pondasi bawah jembatan sudah terlihat menggantung karena diterjang derasnya banjir beberapa hari yang lalu.

“Jembatan kami tutup sementara untuk roda empat karena membahayakan, namun untuk roda dua masih bisa,” kata Eva Puspasari Kepala Desa Bogem, Jumat (12/3). (ton)