Bocah Yatim Piatu di Magetan Diduga Jadi Korban Pencabulan

2363

LENSA MAGETAN- Sebut saja Bunga 14 tahun, bocah yatim piatu asal Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan ini diduga menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri.

Pelaku adalah SJR (45) laki-laki yang tinggal tak jauh dari rumah korban, yang sempat di grebek oleh warga sekitar saat berduaan dengan Bunga di dalam rumah dengan kondisi pintu di kunci dari dalam, Kamis (18/3) lalu sekitar pukul 9.30 Wib.

“Awalnya yang curiga itu kakaknya kok pagi-pagi pintunya di kunci dari dalam. Setelah di dobrak, Kakaknya kaget dan berteriak-teriak karena melihat SJR sedang menciumi adiknya, kemudian saya bersama beberapa warga datang,” kata Harno tetangga sekaligus saudara korban, Jumat (19/3).

Disisi lain, Karimin perangkat desa setempat mengatakan, setelah warga sekitar terkumpul peristiwa tersebut langsung di bawa ke kantor Desa. Melalui perwakilan masing-masing keluarga, baik keluarga pelaku maupun keluarga korban untuk melakukan mediasi.

Ironisnya, dalam mediasi itu lanjut Karimin, kedua belah pihak menyepakati hasil bahwa permasalahan itu selesai di Kantor Desa, tanpa harus berlanjut ke jalur hukum. Dengan konsekuensi pelaku harus pergi saat itu juga dari Kecamatan Sukomoro atau Kabupaten Magetan.

“Kita sudah lakukan mediasi di desa, kedua belah pihak saya persilahkan berunding. Entah pertimbangannya apa, setelah beberapa jam kemudian ada kesepakatan tidak lanjut ke jalur hukum tapi dengan syarat SJR harus pergi dari Sukomoro atau Kabupaten Magetan saat itu juga,” terangnya.

Sementara itu, di lain tempat Kapolsek Sukomoro AKP Hari Joko Prayitno membenarkan terjadinya peristiwa itu. Ia mengaku saat ini anggotanya sudah diturunkan ke lapangan guna melakukan Lidik, akan tapi hingga sekarang dari pihak keluarga korban belum ada yang melapor ke Polsek.

“Sampai saat ini belum ada laporan masuk dari pihak korban baik keluarga atau wali, kita sudah turunkan anggota untuk melakukan Lidik masalah itu. Bila ada laporan pasti akan kita tindak tegas karena berhubungan dengan anak,” kata Kapolsek Sukomoro, Kamis (25/3).

Kapolsek mengungkapkan, bila dari keluarga korban ada yang melapor ke Polsek Sukomoro pasti akan di terima dengan baik, dan yang paling penting untuk diketahui masyarakat adalah setiap laporan ke Polisi itu tidak dikenai biaya apapun.

“Perlu diketahui masyarakat, laporan ke Polisi itu tidak bayar, kalau rumor masyarakat mengatakan laporan Polisi itu bayar tidak benar, jangan takut pada Polisi kita akan bekerja sesuai aturan dan bila ada informasi pasti kita Lidik,” tutupnya.(niel/ton)