Di Usia Senjanya Marli Tetap Jajakan Sapu Ijuknya Dengan Berjalan Kaki

362

LENSA MAGETAN- Ribuan kilometer sudah telapak kaki Marli (70), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan yang setiap hari menggesekkan sandal tuanya di aspalan sekitar Kecamatan Kota Magetan untuk memperjuangkan hidup kelurganya dari berjualan sapu ijuk.

Di usianya yang sekarang tak lagi muda, Marli tetap berharap, sebanyak satu kodi atau 20 biji sapu ijuk yang ia bawa keliling kota setiap hari, habis terjual untuk tambahan modal lagi membuat sapu yang di jual besok.

“Setiap hari saya jalan kaki memikul 20 sapu ijuk keliling kota Magetan, dulu saat masih muda bisa sampek Kecamatan lain, tapi kalau sekarang sudah gak kuat,” kata Marli sambil menawarkan dagangannya di pinggir jalan, Rabu (31/3).Kali ini untuk melepas lelahnya, Marli terlihat mampir sebuah warung sederhana di Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Kota Magetan, memesan kopi cangkir dan satu batang rokok sambil bercanda dengan para pengunjung warung lainya.

Marli Dengan Sapu Ijuk Hasil Karyanya.(Anton/Lensa Magetan)

Sapu ijuk yang dijualnya Rp 20 ribu rupiah per biji, kadang hanya laku terjual beberapa biji saja. Bahkan, agar sapunya cepat habis, sapu-sapu itu ia jual pada pedagang lain dengan harga yang lebih murah untuk dijual kembali.

“Kalau yang beli pedagang lain untuk dijual lagi harganya Rp 15 ribu, tapi kalau masyarakat biasa ya Rp 20 ribu, yang penting cepat habis mas,” ujar Marli sambil menghisap satu batang rokok yang ia beli di warung.

Marli bertekad akan terus berjuang bersama sapu ijuknya hingga nanti dirinya tak kuat lagi melangkah menjajakan sapu hasil karyanya itu.

Marli berdoa, semoga di usia senjanya, tetap diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa agar dirinya tetap bisa membuat sapu ijuk dan menjualnya berkeliling seperti biasa.

“Ini adalah pekerjaan yang sudah saya lakukan sejak puluhan tahun lalu, semoga selalu diberikan kesehatan dan keselamatan,” tutupnya.(ton)