Tradisi Sakral Labuhan Sarangan Digelar Secara Sederhana

490

LENSA MAGETAN- Tradisi Labuhan Sarangan digelar warga Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan tepatnya di obyek Wisata Telaga Sarangan dengan secara sederhana, Jumat (2/4).

Acara bersih desa tahunan rutin ini merupakan salah satu tradisi yang wajib dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan, dimana pelaksanaanya dilakukan pada hari Jumat Pon di Bulan Ruwah.

Namun, karena situasi masih pandemi, acara Larung tumpeng tersebut di gelar secara terbatas dan menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat.

” Hari ini kita gelar acara labuhan, tradisi masyarakat Sarangan. Kalau dulu sebelum pandemi kita gelar seperti biasa, tapi saat ini kita gelar secara terbatas namun tidak mengurangi makna dan kesakralan tradisi masyarakat Sarangan,” kata Suprawoto Bupati Magetan, Jumat (2/4).

Bupati menjelaskan, labuhan Sarangan ini adalah kearifan lokal warga Sarangan, bahkan menjadi salah satu ikon di Kabupaten Magetan. Sehingga akan tetap dilaksakan walaupun secara sederhana.

Bupati Magetan Suprawoto Didampingi Kepala Disparbud Magetan Joko Trihono.(Anton/Lensa Magetan)

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan Joko Trihono menerangkan, acara labuhan Sarangan kali ini benar-benar dilaksanakan dengan Prokes Ketat dengan pembatasan pengunjung mulai dari pintu masuk.

Joko berharap, pandemi segera hilang sehingga acara labuhan Sarangan bisa digelar seperti biasanya seperti dulu.

“Penerapan Prokes sudah kita terapkan mulai pintu masuk Sarangan, kemudian pengunjung juga kita batasi 25 persen saja dari karcis masuk,” tutupnya.(ton)