Dinsos Harap Peran Aktif Masyarakat Dalam Penanganan Orang Terlantar

684

LENSA MAGETAN – Ganggu pengguna jalan dan beberapa kali mengakibatkan kecelakaan, orang terlantar (OT) disekitar Desa Karangrejo, Kecamatan Kawedanan di bawa ke Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan, Selasa (13/4).

Perangkat Desa Karangrejo Sunarto mengatakan, lali-laki yang tidak dikenal tersebut ada disekitar desanya sejak dua hari yang lalu. Bahkan sering berada ditengah jalan tanpa menghiraukan padatnya lalulintas.

“Sudah terjadi dua kali kecelakaan karena menghindari orang ini, yang sangat membahayakan itu kalau malam hari. Maka dari itu bersama Polsek kita bawa ke Dinsos,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan, Yayuk Sri Rahayu mengaku menyambut baik dengan adanya OT yang dikirim ke kantornya tersebut dan mengajak masyarakat aktif dalam membantu orang terlantar seperti itu bila ada disekitar lingkunganya.

“Yang dibawa kesini kita sambut baik, namun kami mengajak masyarakat atau pihak desa bisa berperan aktif ikut membantu, bila ditemukan orang terlantar seperti itu,” ujarnya.

Yayuk menjelaskan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) setelah berada di Dinsos Magetan, OT langsung dibawa ke rumah singgah. Dimandikan, diberikan baju dan bila luka akan dilakukan perawatan. Sebelum dilakukan cek data, bekerjasama dengan Disdukcapil Kabupaten Magetan.

Rumah Singgah Untuk Orang Terlantar Dinas Sosial Kabupaten Magetan.(Anton/Lensa Magetan)

“Sesuai SOP, OT dibawa kesini dengan surat pengantar, dan harusnya sudah rapid test. OT kita tempatkan di rumah singgah dan dirawat oleh petugas. Setelah itu kita cek sidik jarinya kerjasama dengan Dukcapil untuk mencari identitasnya,” kata Yayuk Sri Rahayu Kadinsos Magetan, Selasa (13/4).

Yayuk mengungkapkan, dalam menunggu mencari identitas OT atau keluarganya, Dinas Sosial Kabupaten Magetan tidak membatasi berapa lama OT harus tinggal di rumah singgah. Setelah ditemukan petunjuk, OT akan diantar pulang pada keluarganya.

“Kalau kita temukan data keluarganya kita akan koordinasi dengan Dinsos setempat agar menghubungi keluarganya.Lalu kita antar pulang,” imbuhnya.

Yayuk berharap, permasalahan orang terlantar itu bisa menjadi perhatian semua pihak terutama desa dan ikut menyesuaikannya ditingkat bawah.

“Saya berharap semua masyarakat ikut berperan aktif membantu OT. Bila bisa diajak komunikasi dan rumahnya dekat mungkin masyarakat bisa mengantar, bila sakit atau terluka bisa menghubungi Puskesmas setempat. Ini adalah sisi kemanusiaan, siapa berbuat baik pasti juga akan mendapat balasan kebaikan,” pungkasnya.(ton)