PDAM Lawu Tirta Pastikan Air dari Sumber Mudal Layak dan Tak Tercemar Limbah

314

LENSA MAGETAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lawu Tirta Kabupaten Magetan pastikan air PDAM yang berasal dari Sumber Mudal, Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan layak untuk masyarakat dan tidak tercemari kotoran sapi.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh direktur utama PDAM Lawu Tirta Magetan, saat turun langsung ke lokasi sumber bersama petugas dan Kepala Desa Pacalan, Jumat (16/4).

Dalam cek langsung tersebut ditemukan fakta bahwa sumber air PDAM Lawu Tirta posisinya berada diatas sungai, jadi tidak bercampur dengan limbah kotoran sapi yang mengalir di sungai.

“Setelah kita cek bersama-sama, insya Allah dan yakin bahwa air PDAM layak dan siap untuk air baku masyarakat,” kata Moh.Choirul Anam Direktur Utama PDAM Lawu Tirta Magetan,Jumat (16/4).

Anam menjelaskan, untuk lebih meyakinkan masyarakat akan kelayakan air PDAM dari Sumber Mudal Desa Pacalan tersebut, pihaknya juga melakukan pengambilan sampel air bekerjasama dengan Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Magetan.

Moh.Choirul Anam Direktur Utama PDAM Lawu Tirta Magetan didampingi Direktur Keuangan Suji Raharjo dan Kepala Desa Pacalan Agus Suharto Saat Tinjau Langsung Sumber Mudal. (Anton/Lensa Magetan)

“Kita juga bekerjasama dengan AKL untuk melakukan uji kualitas air untuk menjaga kualitas air untuk masyarakat. Selain itu kita juga akan menjaga lingkungan sekitar sumber agar kualitas air tetap terjaga dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Agus Suharto mengungkapkan, asal limbah kotoran sapi yang mencemari sungai desanya itu berasal dari wilayah diatasnya yakni kampung susu Lawu Singolangu, Kelurahan Sarangan.

“Limbah ini berasal dari dari Singolangu, kita sudah cek kesana ternyata kotoran sapi ini langsung dibuang ke selokan jadi mengalir ke sungai ini,” terangnya.

Namun demikian, dilanjutkan Agus, pihaknya juga sudah melakukan upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar permasalahan limbah itu segera selesai.

“Pihak desa sudah melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait, insya Allah sudah ada tindak lanjut. Kemarin ada rencana akan dibuat sepiteng komunal, dan kami akan bantu mencarikan tanahnya agar airnya bisa digunakan masyarakat kami untuk mengairi tegal,” tutupnya.(ton)