Manisnya Gulali Mbah Rawin Yang Bertahan Sejak Tahun 1958

949

LENSA MAGETAN – Kerja Keras Kanggo Keluarga (K4), inilah motto atau semangat yang ditanamkan di dalam hati Mbah Rawin (80), pedagang gulali keliling warga Desa Selopanggung, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan.

Meski perjuanganya untuk menghidupi keluarga tak semanis rasa gulalinya, namun beliau tetap berusaha sepenuh tenaga berkeliling Magetan untuk menjajakan gulali hasil olahnya menjadi pundi-pundi rupiah yang bisa dibawa pulang setiap hari.

“Saya sudah mulai jualan tahun 1958 tapi masih berpindah-pindah, mulai jualan di Magetan sekitar tahun 1960 saat itu masih pakai pikulan, ” kata Mbah Rawin, Selasa (20/4).

Ada sebanyak 30 motif gulali yang Mbah Rawin tawarkan untuk menarik para pembelinya, mulai gulali berbentuk dinosaurus, banteng, monyet sampai yang model benang ruwet.

Puluhan Jenis Bentuk Gulali Mbah Rawin.(Anton/Lensa Magetan)

Hanya dengan Rp 2 ribu rupiah, pembeli bebas mau memilih gulali dengan berbagai bentuk yang sudah disiapkan. Atau menunggu dibuatkan tangan cekatan Mbah Rawin hanya dengan beberapa menit saja.

“Kalau gulali harganya Rp 2 ribu saja, tapi kalau yang benang ruwet tergantung permintaan pembeli,”ujarnya.

Mbah Rawin mengungkapkan, pandemi Covid-19 ini omset penjualannya turun lebih dari 50 persen. Karena mulai adanya Covid-19 sudah tidak ada lagi sekolah buka.

“Penjualan saya turun lebih dari 50 persen, tapi gak apa-apa yang penting tetap berusaha. Gagal itu biasa tapi yang terus mau berusaha itu baru luar biasa,” tutupnya.(ton)