Viral Perkelahian di Sarangan, Pemilik Resto : Saya Ini Justru Korban

11339

MAGETAN – Viral di media mengenai perkelahian di salah satu rumah makan di obyek wisata Telaga Sarangan, diklarifikasi secara langsung oleh pemilik rumah makan, Rabu (02/6).

Harjanti pemilik rumah makan itu menerangkan, menurutnya dari kejadian tersebut bukanlah adu jotos melainkan justru suaminya yang menjadi korban pemukulan, karena pada saat itu suaminya tidak memukul sama sekali dan malah dipukul berkali-kali.

Harjanti menjelaskan, awal mula kejadian itu pengunjung datang ke rumah makannya berjumlah 6 orang, 4 laki-laki dan 2 perempuan. Pengunjung itu memesan minum dan satu nasi goreng.

Saat minuman sudah diberikan dan nasi goreng masih proses memasak, tiba-tiba datang beberapa piring sate dari pedagang luar. Yang secara otomatis diingatkan olehnya sebagai pemilik tempat makan.

“Yang saya ingatkan itu pedagang satenya, itupun dengan halus, seharusnya kalau satenya banyak dibungkus saja. Pedagang satenya itu tidak apa-apa dan sudah pergi, namun pengunjung tiba-tiba marah-marah sampai gebrak meja segala,” jelasnya.

Sementara itu, ketika suasana semakin memanas dan posisi rumah makan banyak pembeli, Harjanti memanggil suaminya Suhardi untuk untuk turun menyelesaikan masalah itu.

“Saya turun dipanggil istri saya, dan saya mengatakan pada pengunjung yang marah-marah itu kalau beli sate itu ada tempatnya tersendiri, tapi pengunjung itu terus marah-marah kemudian saya dorong keluar agar tidak ribut di dalam. Tapi justru saya ditarik dan dikeroyok sama mereka, kata Suhardi, Rabu (02/6).

Suhardi mengungkapkan, dari kejadian itu beberapa fasilitas ditempat makannya rusak, pelipisnya robek karena dipukul, dan salah satu tulang jarinya patah.

“Saya itu tidak mukul, hanya mendorong saja, justru saya dikeroyok, dipukul dan diinjak-injak. Pelipis saya ini robek dan tulang jari saya ini patah besuk akan dioperasi, ” jelasnya.

Ditempat yang sama, kuasa hukum Harjanti dan Suhardi Asmar Multy mengaku secara langsung sudah mengadukan peristiwa itu ke Polsek Plaosan. Pada aparat penegak hukum, Asmar mengadukan terlapor dengan dugaan 3 pasal sekaligus yakni pasal pengeroyokan, penganiayaan dan juga pengerusakan.

“Kemarin pada pukul 17.00 wib kita sudah buat laporan pengaduan laporan ke Polsek Plaosan mengenai dugaan tindak pidana pengeroyokan beserta penganiayaan, dan juga pasal pengrusakan karena klien kami tidak hanya dirugikan dari fisiknya saja tapi juga nama baik, karena pedagang di Sarangan itu pasti melayani pengunjung dengan baik agar nanti kembali lagi,” terangnya.

Asmar menyampaikan, setelah dilakukan aduan pelaporan, Asmar mengaku sampai dengan saat belum menerima laporan pengaduannya dari Polsek Plaosan dan sangat menyayangkan terjadinya hal itu.

“Saya sangat menyayangkan kenapa sampai detik ini laporan pengaduan kami belum kami terima. Kami berharap kepada aparat penegak hukum, kami yakin aparat bisa profesional dalam menyikapi masalah ini apalagi ini terkait dengan asas keadilan hukum pada masyarakat,” imbuhnya.

Disisi lain, pengunjung tempat makan itu belum bisa dikonfirmasi terkait masalah itu. Media ini masih berusaha mencari sumber yang bisa dihubungi atau dari pihak pengunjung untuk memberikan konfirmasi dari sisi mereka terkait peristiwa itu.(ton)