Viral Perkelahian di Sarangan, Ketua BPC PHRI: Semoga Bisa Damai

480

MAGETAN – Selisih paham antara pemilik rumah makan dan pengunjung di obyek Wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan yang berujung perkelahian sangat disayangkan oleh Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Magetan, Jumat (04/6).

Ketua BPC PHRI Kabupaten Magetan, Sunardi mengatakan, awal timbulnya permasalahan tersebut hanyalah karena kesalahpahaman saja. Karena dari sejak dulu sudah ada aturan main terkait pedagang disekitar telaga Sarangan itu.

“Dari organisasi masing-masing pedagang itu sudah ada AD ART atau aturannya masing-masing, tapi karena mungkin sudah terlalu emosi sehingga salah paham dan terjadi seperti itu, ” ujarnya.

Menurut Sunardi, pangkal permasalahan tersebut terjadi karena pedagang sate yang nekat memasukan dagangannya ke restoran, padahal seharusnya sudah ada tempat tersendiri untuk pedagang sate.

“Saya tidak menyalahkan pembeli atau pemilik restoran, karena dimana-mana restoran itu tidak boleh membawa makan dari luar, apabila pedagang sate ini tidak melayani tidak akan terjadi seperti ini,” jelasnya.

Ketua BPC PHRI Magetan mengungkapkan, meski peristiwa itu sudah terjadi, dirinya berharap semua permasalahan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa mencari siapa yang salah dan siapa yang benar dalam kejadian itu.

“Yang jelas saya akan berusaha, kalau bisa didamaikan karena ini hanya kesalahpahaman karena emosi yang terlalu memuncak, saya memohon ini nanti agar dapatnya damai tanpa mencari siapa yang benar dan siapa yang salah,” terangnya.

Dengan terjadinya peristiwa itu, mewakili semua pelaku usaha wisata di Telaga Sarangan Sunardi meminta maaf kepada semua masyarakat dan juga publik serta memastikan kedepan kejadian seperti itu tidak terjadi lagi di obyek Wisata Telaga Sarangan.

“Mewakili semua pelaku jasa usaha wisata saya minta maaf kepada semua masyarakat, saya sangat menginginkan kedisiplinan semua organisasi masing-masing, dan aturan yang sudah disepakati jangan sampai dilanggar,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, karena terjadi salah paham, pengunjung dan pemilik restoran di sekitar Telaga Sarangan ribut dan berujung perkelahian, viral di media sosial. Peristiwa perkelahian itu saat ini masih dalam penanganan Polsek Plaosan.(ton)