Sidang Sengketa Lahan Aset Desa Kembangan, Penggugat Ajukan 3 Saksi

1055

MAGETAN – Kasus Sengketa lahan aset Desa Kembangan Kecamatan Sukomoro terus berlanjut. Hari ini sidang sudah memasuki tahap pembuktian berdasarkan keterangan dari saksi penggugat , Selasa (29/6).

Sidang yang ke- 9 di Pengadilan Negeri (PN) Magetan hari ini, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Kembangan selaku penggugat mengajukan 3 orang saksi.

Kepala Desa Kembangan, Yani Maryadi menjelaskan, awal mula permasalahan sengketa ini dimulai dari pembongkaran gedung bekas koperasi oleh pihak tergugat sehingga masyarakat demo ke kantor desa meminta aset desa dikembalikan ke desa.

“Awal kasus ini dari pembongkaran gedung koperasi padahal itu aset desa. Sehingga masyarakat yang tau sempat melakukan demo ke kantor desa meminta untuk aset desa dikembalikan ke desa,” jelasnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Pemdes Kembangan Sumartono, S.H , MH dan Partner mengatakan, sebenarnya sebelum berlanjut ke pengadilan mereka sudah melakukan upaya mediasi antara pihak tergugat dan penggugat. Namun tidak terjadi kesepakatan antara kedua pihak sehingga akhirnya ditempuh jalur pengadilan.

“Sebelumnya sudah beberapa kali kita undang untuk mediasi, tetapi pihak tergugat tidak pernah mau datang. Justru malah ada surat ultimatum yang isinya mau menerima ini miliknya tergugat atau silahkan menggugat di pengadilan,” terang Sumartono.

Menurut Sumartono, aset desa adalah suatu aset yang harus dipertahankan, kalau tidak akan menjadi predikat buruk bagi aset-aset milik desa yang lainya.

“Aset-aset desa ini harus dipertahankan jangan sampai nanti jadi predikat buruk untuk aset – aset desa yang lain. Karena itu kita harus berjuang mempertahankan aset desa ini biar tidak ada kasus serupa di Desa yang lain,” tutupnya. (niel)