Terung Keras Lor, Ketua Komisi D DPRD Ditolak Saat Akan Menyemprot Disinfektan

1718

MAGETAN – Desa Terung keras lor, inilah sedikit gambaran miris yang terjadi di Desa Terung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Alih-alih ingin membantu mencegah penularan Covid-19 di sekitar desa itu dengan penyemprotan disinfektan karena beberapa warganya terkonfirmasi positif Covid-19, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Magetan bersama komunitas banteng bergerak justru mendapat penolakan oleh istri Kepala Desa Terung, Minggu (4/7/2021).

Anggota DPRD Fraksi PDIP Suyono Wiling, yang baru akan meminta izin memasuki pekarangan rumah Kepala Desa Terung untuk melakukan penyemprotan disinfektan justru mendapat teguran keras dari Istri Kepala Desa yang diketahui terkonfirmasi Positif Covid-19 agar tidak menyemprot rumahnya.

“Gak usah, gak usah di semprot,” kata Istri Kepala Desa Terung sambil melambaikan tangan menyuruh rombongan pergi.

Ketua Komisi D DPRD yang berniat baik ingin membantu masyarakat Desa Terung sangat menyayangkan kejadian itu, menurutnya selama membantu para korban Covid-19 di berbagai wilayah di Kabupaten Magetan, baru kali ini mendapat penolakan apalagi oleh keluarga Kepala Desa.

“Kami itu baru didepan rumah dan meminta izin, tapi sudah ditolak dengan bahasa-bahasa yang menyakitkan kawan-kawan kami. Sehingga kami tidak meneruskan penyemprotan lingkungan sekitar, takutnya nanti kami yang malah di salahkan, padahal niat kami itu sangat mulia, ” terang Suyono Wiling, Minggu (4/7/2021).

Dengan kejadian yang menurutnya sangat ekstrim itu, Wiling berharap Pemkab Magetan bisa terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa sampai dengan tingkat RT, bahwa wabah Covid-19 tersebut benar-benar nyata dan sangat berbahaya.

“Kalau Istri Kepala Desa saja sudah pesimis, padahal dia terpapar Covid-19, terus bagaimana warganya, resikonya ini yang saya kuatirkan, “imbuhnya.

Meski dalam penyemprotan disinfektan di Desa Terung di warnai penolakan, namun Suyono Wiling mengaku akan terus bergerak membantu warga yang membutuhkan, baik warga yang terdampak Covid-19 ataupun yang mengalami kesulitan lainya.(ton)