Terkait Penolakan Penyemprotan, Suyono Wiling : Ternyata Ini Hanya Miskomunikasi

384

MAGETAN – Berita Penolakan Penyemprotan disinfektan di rumah Kepala Desa Terung, mendapat tanggapan dan klarifikasi secara langsung antara Kepala Desa (Kades) Terung dan Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magetan.

Setelah terjadi komunikasi lewat telepon karena Kades Terung saat ini sedang menjalani isolasi mandiri, ternyata permasalahan tersebut terjadi hanya dikarenakan kesalahpahaman atau miskomunikasi saja.

Sebab, istri Kepala Desa yang lagi sakit kaget pintunya di gedor-gedor orang yang tidak diketahui siapa, sebelum komunitas Banteng Bergerak bersama Suyono Wiling datang.

“Ini hanya salah paham, setelah saya komunikasi dengan Kades, sebelum datang komunitas kita itu ada orang yang gedor-gedor pintu dan itu bukan kami. Kami malah tidak tahu siapa itu,” kata Suyono Wiling, Senin (5/7/2021).

Suyono menjelaskan, dikarenakan kondisi emosi istri Kades yang tidak stabil karena sakit, akhirnya terjadi permasalahan itu dan menurut Kades Istrinya tidak menolak, tapi menyuruh menyemprot disinfektan di bagian luar rumah saja.

“Kata Pak Kades memang istrinya lagi sakit jadi kondisinya termasuk emosionalnya tidak stabil, jadi bila ada kata-kata yang kurang mengenakan beliau minta maaf,” terangnya.

Suyono Wiling berharap, kedepan kejadian atau kesalahpahaman seperti itu jangan sampai terulang, karena semua berniat baik dan saling membantu untuk menangani penyebaran Covid-19 di Kabupaten Magetan.

“Kami berharap masalah seperti ini tidak terjadi lagi, niat kami itu ikhlas membantu, menyemprot disinfektan di tempat-tempat isolasi mandiri itu kita juga mempertaruhkan nyawa. Makanya saat nyemprot kita menggunakan APD,” jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Magetan bersama komunitas Banteng Bergerak menggelar bhakti sosial (bhaksos) penyemprotan disinfektan di desa-desa yang terdampak Covid-19.

Dalam agendanya kemarin, Suyono Wiling bergerak menyemprot disinfektan di Desa Milangasri, wilayah terminal, Desa Terung dan juga KPR Baron dengan diikuti komunitasnya puluhan pemuda Banteng Bergerak.(ton)