PPKM Darurat, Pedagang Angkringan Pilih Tutup Usahanya Dari Pada Merugi

606

MAGETAN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten mulai membuat para pedagang yang beroperasi pada malam hari kelimpungan.

Tidak hanya, pendapatan berkurang namun sebagian besar pedagang memilih menutup usahanya dari pada harus merugi terlalu besar.

“Kalau buka kita sore jam 05.00 Wib, terus jam 08.00 Wib harus tutup, ya belum ada pembeli mas. Dari pada merugi karena dagangan selalu tersisa banyak lebih baik tutup dulu,” kata Sulistiyono salah satu pedagang angkringan di Kabupaten Magetan, Jumat (9/7).

Karena tutup sejak diberlakukanya PPKM darurat mulai tanggal 3 Juli 2021 kemarin, Sulistiyono dan para pekerjanya mengaku harus mencari pekerjaan yang lainya demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Sumber penghasilannya cuma ini kalau kita tutup dan tidak mencari kerjaan lain terus hidup kita sehari-hari bagaimana,”keluhnya.

Sulistiyono berharap, Pemerintah Kabupaten Magetan segera memberikan solusi juga terkait adanya PPKM darurat. Karena menurutnya, meskipun saat ini Covid-19 merajalela di Kabupaten Magetan tapi perekonomian masyarakat juga tidak boleh berhenti.

“Kami tahu pandemi ini sangat luar biasa, tapi kalau di rumah pun tidak ada penghasilan untuk makan, pasti masyarakat juga tidak akan menghiraukan adanya Pandemi untuk mencari penghasilan untuk makan. Artinya itu juga akan menghambat keberhasilan adanya aturan PPKM darurat,” tutupnya.(ton)