PPKM Darurat, Satgas Cabut Surat Rekomendasi Hajatan di Magetan

1834

MAGETAN – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan mencabut atau membatalkan semua surat rekomendasi hajatan yang sudah di keluarkan sebelumnya di Kabupaten Magetan.

Hal itu menindaklanjuti Imendagri Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Perubahan Ketiga Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Jawa dan Bali.

Terkait penerapan PPKM darurat itu, di Kabupaten Magetan masyarakat tidak diperbolehkan menggelar kegiatan warga atau hajatan yang bisa mengumpulkan banyak orang.

“Surat rekomendasi yang sudah kita keluarkan kurang lebih ada 16 surat. Surat rekomendasi itu dinyatakan tidak berlaku dan di cabut,” kata Ari Budi Santosa Kepala Sekretariat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magetan, Selasa (12/7).

Ari Budi menjelaskan, larangan hajatan atau kegiatan lainya yang menimbulkan kerumunan banyak orang tersebut diterapkan sampai dengan tanggal 20 Juli 2021.

“Kalau hanya ijab qobul boleh, ini berlaku sampai dengan tanggal 20 Juli 2021,” ujarnya.

Ari berharap, aturan tersebut benar-benar dipatuhi oleh masyarakat serta di awasi secara langsung oleh semua pihak, untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan warga yang bisa menyebarkan virus Covid-19.

“Untuk memastikan tidak adanya kerumunan nanti semua akan mengawasi, mulai dari Satgas Desa, TNI, Polri, Satpol PP dan juga masyarakat. Bila ada yang nekat rame-rame akan kita bubarkan,” tegasnya.(ton)