Hari Raya Idul Adha, RPH Magetan Fasilitasi Pemotongan Hewan Kurban Masyarakat

147

MAGETAN – Fasilitasi masyarakat untuk menyelenggarakan kurban di Hari Raya Idul Adha 2021, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan, bantu memotong puluhan hewan kurban milik Masyarakat Kabupaten Magetan, Selasa (20/7).

Dari awal memasuki hari raya hari ini, sampai dengan nanti hari tasyrik, tercatat ada sebanyak 80 ekor sapi milik masyarakat ataupun lembaga yang akan di potong di RPH, dengan penanganan khusus oleh tenaga-tenaga profesional.

“Memang di saat pandemi seperti ini harusnya masyarakat memotong hewan kurban nya di RPH, tapi kapasitas kami disini baru bisa memotong 20 ekor perhari. Jadi hari ini sampai 4 hari kedepan kita akan memotong sapi sebanyak 80 ekor, ” kata drh. Nur Haryani Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Selasa (20/7).

Nur Haryani menjelaskan, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di jalan Samudra Desa Bulukerto Magetan tersebut sudah berstandar nasional (SNI) yang dilengkapi berbagai sarana dan prasarana sehingga dipastikan aman dan halal untuk memotong hewan kurban.”Kami disetiap ruangan sudah ada crew-crew dengan tugasnya masing-masing jadi dipastikan tidak ada kerumunan,” ujarnya.

drh. Nur Haryani Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan.(Anton/Lensa Magetan)

Nur Haryani mengungkapkan, tidak ada syarat khusus untuk memotong kan hewan kurban di RPH Magetan, cukup hanya dengan mendaftar secara langsung, maupun lewat telepon pada petugas di jauh hari sebelumnya.

” Kita sudah mensosialisasikan pada masyarakat bahwa RPH Magetan memfasiltasi pemotongan ternak korban masyarakat. Disitu kita berikan nomor telepon, jadi masyarakat sudah langsung mendaftar di jauh-jauh hari sebelumnya,” terangnya.

Dalam pemotongan hewan kurban di RPH, lanjut drh. Nur Haryati, untuk tempat dan alat pemotongan serta juru sembelih tidak di pungut biaya sama sekali alias gratis. Kemudian RPH juga menyiapkan pemboleng untuk pemotongan krakasnya bila masyarakat menginginkan.

“Sesuai undang-undang karena ini adalah fasilitas negara, untuk fasilitas tempat dan juru sembelihnya gratis. Tapi untuk pemotongan krakasnya biaya kita serahkan pada masyarakat, tapi kita sediakan pembolengnya,” tutupnya.(ton)