Persidangan Setempat di Desa Kembangan, Diwarnai Demonstrasi Warga

2746

MAGETAN – Persidangan Setempat mengenai sengketa lahan di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan oleh Pengadilan Negeri Magetan sempat diwarnai demonstrasi dari warga setempat, Kamis (22/07).

Puluhan warga tersebut menuntut kepada Desa Kembangan agar lahan yang di klaim hak milik desa dan diduga dikuasi pihak lain tersebut dikembalikan ke Pemerintah Desa (Pemdes) Kembali.

“Pokoknya kita menuntut hak milik desa ini harus dikembalikan ke desa,” ujar Reza salah satu pemuda yang ikut demontrasi.

Sementara itu, Kepala Desa Kembangan Yani Maryadi mengaku tidak tahu menahu mengenai adanya demontrasi yang dilakukan oleh warganya tersebut. Dirinya menyebut adanya demo itu dikarenakan warga tahu betul mengenai permasalahan tanah itu dan secara aktif mengikuti berjalanya sidang.

“Ya saya nggak tahu tiba-tiba banyak warga yang datang berdemo dan saya sendiri bingung, Pemerintahan Desa dituntut oleh masyarakat untuk mengembalikan aset desa kembali ke desa lagi. Tetapi kami selaku Pemerintahan Desa siap untuk menjalankan tuntutan masyarakat,” ujar Yani.

Disisi lain, pihak tergugat keluarga almarhum Sumardi yang diwakili oleh kuasa hukumnya Bakat Tya Maya Y, SH, MH, menepis kabar bahwa lahan sengketa itu adalah lahan milik Desa.

Dirinya mengatakan, berdasarkan data yang telah dihimpun dirinya dan tim, menurutnya tanah sengketa tersebut asal usulnya bukan tanah negara, juga bukan tanah Desa akan tetapi tanah adat.

“Data yang telah kita himpun, asal usul tanah ini bukan tanah negara ataupun tanah desa, melainkan tanah adat yang telah diperjual belikan dari Almarhum Darmo Wijoyo kepada Almarhum Sumardi pada tahun 1978,” terangnya.

Kuasa hukum tergugat, Bakat Tya Maya Y, SH, MH juga menjelaskan bahwa keluarga tergugat almarhum Sumardi juga sudah menempati atau mengelola tanah tersebut dari tahun 1978 sampai telah disertifikat pada tahun 2001 atau lebih dari 20 tahun.

“Yang jelas keluarga dari pihak tergugat ini telah mengelola tanah ini dari tahun 1978 sampai sekarang ini dan tanah ini telah disertifikat atas nama almarhum Sumardi di Tahun 2001 melalui Program sertifikat massal Prona,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Sidang mengenai sengketa lahan di Desa Kembangan tersebut terus bergerak. Untuk agenda selanjutnya yakni sidang ke 11 atau sidang putusan akhir akan dilaksanakan tanggal 29 Juli 2021 di Pengadilan Negeri Magetan. (niel)