Masa Pandemi, Perkara Cerai di Magetan Capai Ribuan Kasus Didominasi Gugatan Istri

901

MAGETAN – Masa pandemi Covid-19, angka perkara perceraian di Kabupaten mencapai ribuan kasus. Data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Magetan di tahun ini, sampai dengan bulan Agustus 2021 mencatat, total perkara yang masuk ada ribuan kasus yang di dominasi dari cerai gugat dari pihak perempuan.

“Sampai dengan bulan Agustus 2021 total perkara cerai masuk sebanyak 1.054, di dominasi cerai gugat sejumlah 630 (59,7%) sisanya cerai talak 247 (23,4%) yang dilakukan oleh laki-laki, ” kata Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Magetan melalui Syaiful Arifin, Panitra Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Magetan, Rabu (1/9).

Syaiful menjelaskan, banyaknya cerai gugat yang diajukan oleh pihak perempuan tersebut dikarenakan banyak hal. Mulai dari masalah ekonomi suami hingga permasalahan lain yang tidak ada habisnya.

“Secara umum karena faktor perselisihan yang terus menerus, artinya campur-campur, ada yang karena sangkutan orang tua, ekonomi suami yang menurut istri tidak cukup dan ada juga karena watak suami yang keras atau suka mukul. Saya menyimpulkannya perselisihan yang terus menerus atau tidak fokus dalam satu masalah, ” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Syaiful, data perkara perceraian di Kabupaten per Agustus 2021 ini cenderung menurun dibandingkan data pada akhir bulan Agustus 2020 kemarin.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2020 cenderung ada penurunan. Pada Agustus 2020 tercatat ada 931 jumlah perceraian sedangkan di akhir Agustus 2021 ada 877 perkara,” tutupnya.(ton)