Belum Diperdakan Tiket Masuk Sarangan Naik,Ketua Dewan: Itu termasuk Pungli

MAGETAN (lensamagetan.com)- Itu termasuk Pungli..! Itulah kata-kata tegas yang langsung dilontarkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan prihal naiknya restribusi tiket masuk Obyek Wisata Telaga Sarangan yang dimulai awal tahun 2018 ini.

Karmini mengatakan, kenaikan restribusi tiket tersebut belum ada Peraturan Daerah (Perda),artinya kenaikan itu tanpa dasar yang dikatagorikan pungutan liar (pungli) oleh Ketua Dewan yang baru di DPRD Kabupaten Magetan tersebut.

“Kenaikan restribusi ini dasarnya apa,kita akan cek perbubnya ada apa belum, kalau belum di Perbubkan dan di Perdakan, jadi itu termasuk pungli,”tegas Karmini Ketua DPRD Kabupaten Magetan,Selasa (10/7).

Dijelaskan Karmini, sebelum tarif restribusi dinaikan pihaknya mengaku sudah menghimbau Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbudaya) untuk memperbaiki dulu semua fasilitas untuk pengunjung seperti lahan parkir, tolilet dan juga fasilitas lainya.

“Sebenarkan kita sudah menghimbau kepada Dinas Terkait, kalau mau menaikan tarif harus disertai fasilitas umum lainya, misalnya tempat parkir dan juga toilet umum,”jelas Ketua Dewan, Selasa (10/7).

Ketua Dewan mengaku baru akan membahas tentang Perda kenaikan tarif Obyek Wisata Sarangan pada besuk Rabu (11/7) di sidang paripurna Dewan.

“Perda tentang kenaikan tarif ini baru kita bahas besuk di sidang Paripurna Dewan, jadi kenaikan tarif itu belum ada Perdanya,”pungkas Ketua Dewan.

Diberitakan sebelumnya,polemik naiknya restribusi tiket masuk obyek Wisata Sarangan menuai banyak keluhan dari pengunjung, karena naiknya tiket yang sebelumnya dikabarkan disertai parkir gratis tapi kenyataanya masih banyak parkir-parkir liar yang bergentayangan diseputar Telaga yang memungut kembali uang parkir langsung pada pengunjung. Disamping itu,yang lebih ironis naiknya tiket masuk Sarangan tersebut ternyata belum didasari oleh Peraturan Daerah (Perda).(ton)

Hits: 77

Copyright LensaMagetan