Bersih Desa, Pemdes Terung Gelar Seni Reog di Petilasan Adipati Terung

MAGETAN (lensamagetan.com)- Kedatangan bulan Muharam atau Suro bagi warga Kabupaten Magetan, khususnya yang tinggal dilereng Gunung Lawu, dimaknai secara khusus karena termasuk bulan sakral.

Berbagai macam kegiatan yang merupakan peninggalan nenek moyang, hingga  kini masih dilestarikan oleh masyarakat lereng gunung Lawu.

Salah satunya yaitu warga desa Terung, Kecamatan Panekan, yang secara khusus dan rutin setiap tahunya menggelar tradisi pada bulan Muharam yakni bersih desa.

Seni Reog dan Jaranan Yang Digelar Pemdes Terung.(Anton/Lensa Magetan)

Acara adat bersih desa diawali dengan ritual pagar desa yang diteruskan ziarah ke sejumlah petilasan yang dinyakini sebagai cikal bakal berdirinya Desa Terung, diantaranya Petilasan Adipati Terung, Watu lintang, Watu Terung, Pundung gede, Danyang legok, dan juga petilasan Sijati.

Pemerintah Desa (Pemdes) dan juga warga juga bersama-sama memggelar reog dan juga seni jaranan di Petilasan Adi Pati terung, dimana tempat tersebut dianggap petilasan Desa Terung yang paling dituakan.

“Hari ini kita gelar bersih desa, yaitu acara rutinan setiap tahun Desa Terung.Kita gelar reog dan juga jaranan di Petilasan Adipati Terung, kemudian reog diarak berkeliling desa selanjutnya dilanjutkan di lapangan Desa,”kata Supomo Kepala Desa Terung,Sabtu (29/9).

Selain menggelar reog dipetilasan Adipati Terung,Pemerintah Desa (Pemdes) Terung juga menggelar kesenian rakyat hiburan wayang kulit dihalaman kantor balai desa, yang direnanakan digelar pada (3/10) mendatang.

“Puncak acaranya kita akan menggelar Wayang Kulit semalam suntuk, untuk menghibur seluruh warga desa Terung,” ujar Kades Terung, Sabtu (29/9).

Supomo Kepala Desa Terung (Anton/Lensa Magetan)

Supomo menjelaskan, tradisi bersih desa dengan kemasan ziarah petilasan serta pagelaran kesenian rakyat Reog dan wayang tersebut diharapkan bisa menjadi pemersatu warga Desa Terung.

Sehingga warga Desa Terung selalu guyup rukun, dan bersama-sama ikut melestarikan budaya dan adat istiadat peninggalan leluhur yang wajib dilestarikan.

“Kami akan terus melestarikan tradisi bersih desa Terung ini, sebagai upaya mempererat silaturohmi warga desa, juga untuk nguri – nguri budaya leluhur Desa Terung,” ungkap Kades Supomo.

Disamping itu lanjut Kades Supomo,dengan diadakan ritual rutin bersih desa tersebut diarapakan Desa Terung dijauhkan dari Pagebluk dan Bala, serta dimudahkan dalam mendapatkan kesejahteraan dan kesehatan.

“Dengan diadakan bersih desa ini, kita berdoa bersama-sama agar seluruh warga Desa Terung diberikan keberkahan kesehatan, kerukunan dan juga kesejahteraan oleh Tuhan Yang Maha Esa” pungkas Supomo.(ton)

Hits: 649

Copyright LensaMagetan