Dianggap Langgar Zona Merah, Pegemudi Ojol Ditangkap Puluhan Pengemudi Ojek Pengkolan

MAGETAN (lensamagetan.com)- Perselisihan paham terjadi antara pegemudi ojek online (ojol) dan pengemudi ojek pengkolan Terminal magetan, tepatnya di depan salah satu supermarket, perbatasan Desa Milangasri, Kecamatan Panekan dengan Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, Minggu (9/9).

Salah satu pengemudi ojek online (ojol) Magetan ditangkap dan digeruduk puluhan pengemudi ojek pengkolan terminal Magetan karena dianggap sudah memasuki zona merah, atau masuk kawasan Terminal.

“Kowe kui wes mlebu zona merah, nek pengen jemput penumpang minimal jarak 500 meter soko terminal, neng prapatan waru opo neng KPR Asabri (Kamu sudah masuk zona merah, kalau kamu pengen jemput penumpang aturanya harus berjarak 500 meter dari terminal, diperempatan Waru, atau di KPR Asabri,”kata salah satu pengemudi ojek pengkolan dengan nada tinggi,Minggu (9/9).

Pengemudi Ojek pengkolan mengatakan, perjanjian kesepakatan yang dilakukan di Terminal Maospati, bahwa jarak jemput penumpang ojek online (ojol) harus 500 meter dari Terminal secara otomatis berlaku juga berlaku di Terminal tersebut.

“Kita itu sudah perjanjian diterminal Maospati, bahwa jarak jemput penumpang ojek online berjarak 500 meter dari Terminal, la ini malah didepan Terminal,”saut anggota ojek pangkalan lain, sambil mengepung pengemudi ojek online tersebut.

Andiko selaku pengemudi ojek online menjelaskan, sebenarnya saat ditangkap puluhan pengemudi ojek pengkolan tersebut dirinya belum menaikan penumpang, dan masih mencari penumpangnya yang berjalan dari terminal ke perempatan Waru tapi masih mampir di Indomart depan Terminal.

“Sayakan tadi dapet orderan penumpang di Terminal mas, nah penumpang itu tak suruh jalan perempatan Waru dulu tapi masih mampir ke Indomart. Nah, saya kesitu mau beritahu tak suruh jalan dulu ke Perempatan Waru,tapi saya keburu ditangkap,”ungkap Andiko pengemudi dan juga pengurus salah satu ojek online di Magetan,Minggu(9/9).

Disamping itu terkait aturan yang telah disepakati di terminal Maospati, Andiko mengaku itu tetap tidak boleh di samakan dengan di Terminal Magetan.Harus ada juga perjanjian terlulis lagi antara Ojek Terminal Magetan dengan ojek online Magetan.

“Setahu saya aturan yang sudah disepakati itu di Terminal Maospati, kalau di Terminal Magetan belum jelas aturanya,”jelas Andiko.

Andiko mengaku dalam kejadian tersebut dirinya hampir dipukul oleh para pengemudi ojek pengkolan tersebut. Kedepan pihaknya mengaku minta diadakan mediasi lebih lanjut antara ojek pengkolan Terminal Magetan dan juga ojek online, agar terjadi sebuah kesepakatan bersama terkait mekanisme ojek di Terminal Magetan.

” Saya juga termasuk pengurus ojek online Magetan, saya hampir tiga kali dipukul tadi, tapi gak apa-apa kalau dipukul ya saya laporkan. Kedepan memang perlu diadakan mediasi lagi, antara ojek online, ojek terminal dan juga pemerintah agar ada juga kesepakatan bagaimana aturan yang disepakati oleh para pengemudi ojek disekitar Terminal ini,”pungkasnya.(ton/rd)

Hits: 2844

Copyright LensaMagetan