Hari Ini di Setujui Dewan, Raperda Tiket Masuk Sarangan di Sayangkan Pentolan Aktivis Magetan

MAGETAN (lensamagetan.com)- Baru disetujuianya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penetapan naiknya retribusi Harga Tiket Masuk Telaga Sarangan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, menuai reaksi dari sebagian Aktivis di Kabupaten Magetan,Rabu (11/7).

Harga Tiket yang sudah diberlakukan diawal tahun 2018 tersebut yakni Rp 19 ribu rupiah dinilai tanpa payung hukum yang bisa dikatagorikan sebagai pungutan liar (pungli) persis sama dengan apa yang katakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Selasa (10/7),kemarin.

“Terkait pemberlakuan restribusi yg sudah dipungut tanpa adanya payung hukum, maka itu bisa menjadi tidak sah secara aturan (pungli), sekalipun menurut UU PDRD (Pajak Dan Restribusi Daerah) Pemda dapat memberlakukan pungutan restribusi, salah satunya di area wisata namun tanpa payung hukum (Perbub/Perda) tetap kategorinya pungli,”kata Wahyudi Budiyono Aktivis Pemerhati Pemerintahan,Selasa (11/7).

Wahyudi Budiyono,Aktivis Pemerhati Pemerintahan Kabupaten Magetan.

Dikatakan Wahyudi, sebenarnya pada awal naiknya restribusi Tiket masuk Sarangan, Ia sudah mengingatkan bahwa hal itu malah akan membuat kemunduran pada Pariwisata Magetan, dikarenakan besaran tarif dan fasilitas yang tidak seimbang.

“Pada prinsipnya saya pernah menanyakan apa dasarnya menaikan restribusi kepada kawan di DPRD dan saya juga menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan langkah yang akan membuat kepariwisataan kita jadi mundur karena fasilitas yang ada disana belum sebanding dengan tingginya restribusi,” jelas Wahyudi Kepada Lensa Magetan, Rabu (12/7).

Diungkapkan Mantan Pentolan KNPI Magetan tersebut, Pemkab Magetan masih saja memganut cara lama dalam mencari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan cara menaikan restribusi padahal daerah lain sudah gencar meningkatkan PAD dari instrumen pajak hotel,tempat hiburan, dan rumah makan.

“Dalam era jaman now justru banyak Pemda tidak mengandalkan restribusi sebagai penerimaan PAD tapi mengambil instrumen pajak (hotel, hiburan dan rumah makan) sebagai sumber meningkatkan pendapatan daerah,”pungkasnya.(ton)

Hits: 114

Copyright LensaMagetan