Kemarau Kedua di Magetan, Hektaran Lahan Padi di Dua Wilayah Alami Puso

MAGETAN (lensamagetan.com)- Musim kemarau kedua di Kabupaten Magetan membuat beberapa wilayah di Kabupaten Magetan mengalami kekeringan yang berdampak pada gagal panenya hektaran tananaman padi (puso), Senin (9/7).

Hal itu disampaikan secara langsung oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHP dan KP) Edy Suseno saat di kunjungi wartawan Lensa Magetan, bahwa terdapat dua wilayah yang melaporkan kekeringan yang berimbas pada gagal panenya hektaran tanaman padi.

“Menurut Laporan ada dua wilayah yang kekeringan dan berujung pada puso, yakni wilayah Ngariboyo dan juga Parang,” kata Edy Suseno Kepala Dinas (TPHP dan KP) Kabupaten Magetan, Senin (9/7).

Dijelaskan Edy Suseno,di wilayah Ngariboyo saja terdapat 11 hektar lahan yang mengalami puso belum lagi wilayah Parang yang tidak disampaikan berapa hektar estimasi lahan yang juga mengalami nasip sama dengan Ngariboyo.

“Untuk Ngariboyo yang terdampak sekitar 9 hektar dan juga 3 hektar, untuk Parang saya tidak hafal kalau tidak melihat datanya,” ungkap Edy Kepada Lensa Magetan.

Disamping itu lanjut Edy, dari jumlah hektaran lahan padi yang gagal panen tersebut hanya dua Kelompok Tani (Poktan) dari Ngariboyo yang mengikuti asuransi, sehingga mendapatkan klaim langsung dari pihak asuransi tersebut sesuai luas lahan yang terkena dampak.

“Kami sudan mensosialisasikan terkait asuransi setahun yang lalu, tapi sayangnya jarang yang minat, untung dua kelompok petani di Ngariboyo yang terkena fuso tersebut ikut asuransi, jadi langsung diberikan ganti rugi sebesar Rp 50 juta dan juga 17 juta, yang diberikan saat bersamaan hari krida tani kemarin, pungkasnya.(ton)

Hits: 84

Copyright LensaMagetan