Menyedihkan, Keluarga Ini Sulap Kandang Sapi Jadi Rumah

MAGETAN (lensamagetan.com)- Kehidupan pasangan suami istri (pasutri) Jiman (60) dan Cikrak (55), warga RT 15 RW 03 Dusun Banaran, Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo sungguh sangat memprihatinkan.

Bagaimana tidak, Cikrak yang sehari-harinya hanya buruh pencari pasir ini tinggal bersama dengan suami dan juga kedua anaknya yang masih duduk di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di bekas bangunan Kandang sapi.

Dikatakan Cikrak jangankan untuk membuat rumah, untuk makan sehari-hari saja Cikrak harus kerja keras banting tulang dengan suaminya Jiman yang hanya sopir serabutan.Hasil dari mencari pasirpun masih harus menunggu beberapa hari agar ada yang membeli.

“Kok untuk membuat rumah mas, makan sehari-hari saja nunggu pasir saya laku, padahal satu sak pasir harganya cuma Rp 2 ribu rupiah,” kata Cikrak, Jumat(10/8).

Tak hanya itu,Cikrakpun mengaku untuk memperoleh pasir tersebut, ia harus berjalan melewati jalan terjal sekitar setengah Kilometer.

“Cari pasir saja saya harus berjalan setengah kilometer,sehari kalau tenaga saya kuat hanya bisa mengumpulkan 30 sak pasir,”jelas Cikrak kepada Lensa Magetan.

Sementara itu, Maitun (60) tetangga Cikrak mengatakan memang keluarga tersebut layak mendapatkan bantuan dari Pemerintah atau berbagai pihak lain.Karena menurutnya, keluarga tersebut sudah sekitar 7 tahun mengalami keterpurukan.

“Menurut saya keluarga ini sangat perlu dibantu, karena keluarga ini sudah 7 tahun hidup dibawah garis kemiskinan.Keadaan rumahnyapun juga sangat memprihatinkan,”ungkap Maitun.

Maitun berharap, keluarga bisa segera mendapatkan bantuan baik dari pemerintah atau pihak lain, untuk memperingan beban mereka.(ton/rd)

Hits: 3137

Copyright LensaMagetan