Nenek 70 Tahun, Bandar Arjo Lintas Provinsi Dibekuk Polisi

MAGETAN (lensamagetan.com)- Reserse Mobile (Resmob) Polres Magetan berhasil membekuk bandar miras jenis arak jowo (arjo) antar provinsi, yang beroprasi diwilayah Kabupaten Magetan.

Sadiyem (70) Warga Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan juga pedagang yang dipasoknya yaitu Puryadi (48) warga Dusun Nongko Dandang Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan berhasil disergap petugas Polres Magetan dan harus mempertanggung jawabkan perbuatanya di sel tahanan Polres Magetan, Selasa (9/10).

Atas informasi warga dan juga pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) oleh petugas, Sadiyem berhasil ditangkap tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Magetan diwilayah Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, saat memasok minuman keras ( Miras) pada pedagang lain, Jumat, 5 Oktober  yang lalu.

” Atas INformasi dan hasil Pulbaket kami, nenek berumur 70 tahun ini kita amankan ketika menjual miras kepada tersangka lain diwilayah Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, ” Kata Kompol Asih Dwi Yuliati, Wakapolres Magetan, Selasa (9/10).

Dalam penggerebekan tersebut diamankan sedikitnya 17 jerigen Miras dengan jenis Arak jowo (Arjo) yand dikemas 30 literan didalam satu unit mobil Isuzu Panther Nopol B . 1436 .VMD

” Dari tangan tersangka kita sita sebanyak 17 Jerigen Arjo yang berada di dalam satu unit mobil Isuzu Panther Nopol B. 1436 .VMD serta uang tunai Rp 4 juta rupiah,” jelas Wakapolres Kepada Lensa magetan.

Sementara itu Sadiyem (70) Warga Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut mengaku baru pertama kali melakukan transaksi minuman haram tersebut. Nenek itu mengatakan, membeli miras jenis arjo itu dengan harga Rp 200 ribu dan jual lagi ke Puryadi sebesar Rp 250 ribu. Yang nantinya oleh tersangka kedua Puryadi diecer menggunakan botol Aqua 1,5 literan dengan harga Rp 19 ribu rupiah.

“Saya belinya setiap jerigen sebesar Rp 200 ribu rupiah dan saya jual lagi ke pedagang sebesar Rp 250 ribu rupiah, yang seterusnta diecer oleh pedagang denagn menggunakan botol aqua seharga Rp 19 ribu,” ujar Sadiyem.

Karena telah terbukti mejual minum-minuman keras yang membahayakan jiwa, kedua tersangka tersebut diancam pasal 204  ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara selam 15 tahun penjara.(ton/rd)

 

Hits: 209

Copyright LensaMagetan