Magetan Dikepung Banjir, 6 Titik Terjang Pemukiman dan Jalur Utama

Banjir luapan terjang enam titik lokasi di Kabupaten Magetan.(Lensamagetan.com/Ist)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Harapan warga Magetan untuk menikmati momen berbuka puasa dengan tenang seketika sirna setelah hujan deras memicu banjir luapan di enam titik strategis dan satu insiden tanah longsor pada Selasa (3/3/2026) sore.

Kejadian yang berlangsung hingga pukul 20.00 WIB ini tidak hanya melumpuhkan akses jalan, tetapi juga memukul sektor ekonomi mikro, terutama para pedagang musiman yang tengah menjajakan menu takjil.

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Magetan, titik banjir luapan tersebar di wilayah Ngariboyo dan pusat kota. Lokasi terdampak meliputi area Mushola Ar-Rahim Jetis, Jalan Kemasan (belakang SMKN 2 Magetan), jalur Magetan-Gorang Gareng, perempatan Ngariboyo, hingga kawasan Jalan Diponegoro Selosari.

Dampak nyata dari bencana ini terekam jelas dalam sebuah video amatir bertajuk “Pray for Ngariboyo” yang viral di aplikasi pesan singkat. Dalam rekaman tersebut, derasnya aliran air memaksa para pedagang kaki lima menutup lapak mereka lebih awal di saat jam produktif menjelang berbuka.

Hal ini menggambarkan kerugian ekonomi langsung yang dialami masyarakat kecil akibat cuaca ekstrem yang melanda.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Magetan, Eka Raditya, bersama tim agen bencana provinsi langsung terjun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat. Di Desa Banjarejo dan Ngariboyo, petugas fokus membuka sumbatan pada saluran irigasi yang dipenuhi sampah.

“Pukul 20.49 WIB dilaporkan penanganan selesai dan debit air sudah seluruhnya surut,” ujar Eka Raditya.

Meski air telah surut, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Eka menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga lingkungan agar bencana serupa tidak terulang.

“Warga diminta untuk tidak membuang sampah ke saluran irigasi agar tidak terjadi penyumbatan aliran air,” tambahnya.

Selain banjir, ancaman serius juga mengintai warga di wilayah atas. Sebuah peristiwa longsor merusak talud penahan jalan sepanjang 12 meter dengan ketinggian 10 meter di Desa Buluharjo, Kecamatan Plaosan.

Material longsor saat ini menutup saluran irigasi dan dikhawatirkan akan memicu dampak lebih luas jika terjadi hujan susulan. Petugas mencatat bahwa rumah milik Gito (75), warga RT 33/RW 5, kini berada dalam posisi terancam tertimbun material jika terjadi longsor susulan di titik tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan guna mengantisipasi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.(*)

Tinggalkan Balasan