Magetan Dikepung Cuaca Ekstrem: Pohon Tumbang, Longsor, hingga Banjir Luapan Landa Sejumlah Titik

Anggota BPBD Magetan mencoba membersihkan sampah yang menyumbat saluran buang air.(Anton/Pusdalops-pb)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Cuaca ekstrem yang dipicu oleh dinamika atmosfer memicu sederet bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Magetan pada Sabtu (04/04/2026). Berdasarkan data Pusdalops-PB BPBD Magetan, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir luapan yang merendam pemukiman warga di beberapa kecamatan.

Rentetan kejadian dimulai sejak sore hari. Pada pukul 16.45 WIB, petugas berhasil mengevakuasi dahan patah di Jalan Bupati Sudibyo, Desa Tambakrejo. Tak berselang lama, tepatnya pukul 17.20 WIB, akses di Jalan Ring Road Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo yang sempat terhambat akibat pohon tumbang kembali normal setelah dilakukan penanganan cepat oleh personel BPBD.

Selain pohon tumbang, luapan air akibat drainase yang tidak mampu menampung debit hujan menjadi fokus utama. Wakil Bupati Magetan terpantau turun langsung memimpin aksi pembersihan drainase di sepanjang Jalan Patimuran hingga Jalan Diponegoro serta kawasan Pasar Baru Timur guna meminimalisir dampak luapan.

Tak hanya itu, kejadian serupa juga menerjang Perumahan Bukit Selosari Permai, air setinggi 10 cm dilaporkan sempat masuk ke dalam dua rumah milik warga, yakni Bapak Simon dan Ibu Untari di wilayah RT 01 RW 09.

Tim reaksi cepat juga melakukan monitoring di beberapa titik rawan lainnya seperti Jalan Raya Sarangan, Jalan Karya Dharma Desa Ringinagung, serta Jalan Mayjend Sungkono.

Di wilayah Kecamatan Ngariboyo, tepatnya di Desa Bangsri, dilaporkan terjadi musibah tanah longsor. Petugas telah melakukan asesmen di lokasi dan menjadwalkan kerja bakti pembersihan material longsor pada Minggu (05/04/2026).

Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, S.STP., M.H., melalui rilis resmi Pusdalops-PB, menjelaskan bahwa kondisi ini telah diprediksi berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG.

“Sesuai dengan prospek cuaca tiga harian BMKG, wilayah Magetan saat ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang mendukung terbentuknya hujan lokal dengan intensitas tinggi. Hal inilah yang memicu terjadinya serangkaian insiden, mulai dari pohon tumbang hingga banjir luapan di titik-titik padat aktivitas,” ujar Eka Radityo.

Beliau menambahkan bahwa seluruh personel telah disiagakan dan dibagi menjadi beberapa tim untuk menangani laporan warga secara simultan.

“Tim kami bagi menjadi dua unit utama; satu tim fokus pada penanganan pohon tumbang seperti yang terjadi di Kelurahan Bendo, dan tim lainnya melakukan asesmen dampak kerusakan rumah warga di Kelurahan Tawanganom,” imbuhnya.

Pihak BPBD Kabupaten Magetan meminta masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat dihimbau segera melaporkan kejadian bencana melalui Call Center BPBD Magetan di nomor: (081336430086) atau di (035189111).(ton/red)

Tinggalkan Balasan