MADIUN (Lensamagetan.com) – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan terus memperkuat peran transportasi kereta api sebagai solusi mudik aman melalui program Mudik Motor Gratis (MOTIS) 2026. Upaya tersebut diwujudkan dengan mengundang puluhan jurnalis Madiun dan Magetan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran, khususnya bagi pemudik pengguna sepeda motor.
Narasumber sosialisasi, Priyadi Ahmad, menegaskan peran media sangat strategis dalam menyampaikan informasi program MOTIS kepada masyarakat luas.
“Kami berharap rekan-rekan media membantu menyampaikan pesan bahwa MOTIS bukan sekadar angkut motor, tetapi solusi keselamatan bagi pemudik. Pemudik bisa naik kereta dengan nyaman, sementara motornya diangkut aman menggunakan gerbong barang,” ujar Priyadi.
Ia menjelaskan, pada MOTIS 2026 pemerintah tidak hanya menyediakan layanan pengangkutan motor gratis, tetapi juga memberikan tiket kereta api gratis bagi pemilik kendaraan beserta anggota keluarganya.
Program ini dinilai menjadi alternatif mudik yang lebih aman dibanding perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan.
Dalam pemaparannya, Priyadi juga menegaskan sejumlah persyaratan kendaraan yang wajib dipenuhi peserta, yakni kapasitas mesin motor maksimal di bawah 200 cc, STNK harus aktif, Bahan bakar wajib dikosongkan sebelum pengiriman dan tidak diperbolehkan menggunakan box motor.
Ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan selama proses pengangkutan di rangkaian kereta api.
Selain itu, dalam satu pendaftaran MOTIS dibatasi maksimal dua tiket dewasa dan satu tiket anak untuk setiap kendaraan yang didaftarkan.
Program MOTIS 2026 melayani tiga lintasan utama. Untuk lintas selatan, perjalanan dimulai dari Jakarta Gudang dan melintasi sejumlah stasiun besar seperti Pasar Senen, Bekasi, Kiaracondong Bandung, Kroya, Gombong, Kebumen, Yogyakarta Lempuyangan hingga berakhir di Stasiun Madiun.
Priyadi juga mengingatkan masyarakat agar disiplin mengikuti tahapan administrasi. Setelah mendaftar secara online melalui situs resmi Kementerian Perhubungan, peserta wajib melakukan verifikasi fisik di posko resmi maksimal 1×24 jam.
“Kalau tidak dilakukan verifikasi dalam batas waktu tersebut, data otomatis terhapus dan kuota diberikan kepada peserta lain,” tegasnya.
Melalui sosialisasi ini, DJKA berharap masyarakat semakin memahami manfaat program MOTIS sehingga mudik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.(niel/ton)












