Pamit ke Awak Media, Dandim 0804/Magetan: Tulisan Wartawan Adalah Parfum Bagi Magetan

Komandan Kodim (Dandim) 08/04 Magetan, Letnan Kolonel Inf. Hasan Dasuki saat memberikan sambutan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Komandan Kodim (Dandim) 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, S.Sos., M.I.P., berpamitan dengan awak media di Kabupaten Magetan dalam kegiatan “Ngariung Bareng Awak Media” yang digelar di Makodim 0804/Magetan, Senin (16/3/2026).

Pertemuan yang berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan itu terasa hangat dan penuh keakraban. Meski berlangsung saat puasa tanpa suguhan makanan maupun minuman, silaturahmi antara Dandim dan para jurnalis tetap berjalan santai dengan berbagai diskusi ringan.

Kegiatan ini juga menjadi momen perpisahan Letkol Inf Hasan Dasuki dengan para insan pers di Magetan sebelum mengakhiri masa tugasnya sebagai Dandim 0804/Magetan. Meski baru tiba dari tugas siaga di Jakarta pada dini hari, ia tetap meluangkan waktu untuk bertemu dan berbincang bersama awak media.

Dalam sambutannya, Letkol Inf Hasan Dasuki menyampaikan pesan yang cukup filosofis. Ia mengibaratkan Kabupaten Magetan seperti sebuah “baju” yang digunakan untuk beribadah. Menurutnya, lingkungan yang aman dan kondusif ibarat pakaian suci yang harus dijaga kebersihannya, terlebih di bulan Ramadan.

“Ibarat baju ini adalah lingkungan Magetan. Mari kita satukan niat dan pikiran kita. Implementasinya adalah tulisan rekan-rekan media. Tulisan Anda adalah parfum yang akan mewangikan baju kita ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membeda-bedakan media, baik dari sisi nama besar maupun domain situsnya. Baginya, seluruh insan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang mampu menjaga suasana tetap kondusif di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Letkol Inf Hasan juga menceritakan bagaimana komunikasi antar unsur Forkopimda di Kabupaten Magetan terjalin cukup erat. Berbagai persoalan daerah kerap dibahas bersama melalui diskusi yang bahkan berlangsung hingga larut malam.

Agar tetap fokus saat rapat berlangsung lama, ia mengungkapkan adanya cara unik yang kerap dilakukan, yakni permainan tebak-tebakan dengan konsekuensi mengenakan helm baja bagi yang kalah.

“Supaya tidak ngantuk, helm baja itu selalu dipakai bergantian. Yang kalah harus pakai helm sambil tetap berpikir mencari solusi. Itu semacam pemicu agar pikiran tetap tajam meski sudah larut malam. Semua dilakukan demi tanggung jawab kepada masyarakat Magetan,” kenangnya sambil tersenyum.

Menjelang berakhirnya masa tugas di Magetan, posisi Dandim 0804/Magetan nantinya akan dilanjutkan oleh Letkol Inf Omy Dirindra. Meski demikian, Letkol Inf Hasan mengaku tetap memiliki kedekatan tersendiri dengan Magetan.

Salah satu alasannya karena putri keduanya saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di wilayah Magetan, sehingga ia berencana masih akan sering berkunjung ke daerah tersebut.

“Putri saya yang kedua sekarang kelas 1 SMP dan sudah mondok di dekat sini. Insya Allah saya akan sering kembali menengok anak. Nomor telepon saya pun tidak akan pernah saya hapus, sudah ada sekitar 3.000 kontak dan rekan-rekan media juga ada di dalamnya,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Letkol Inf Hasan juga menyinggung pentingnya sinergi antara TNI dan media. Menurutnya, peran media sangat penting dalam menjaga stabilitas dan menyampaikan informasi yang menyejukkan masyarakat, termasuk selama bulan Ramadan.

Acara kemudian ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui saling bersalaman dan foto bersama. Meski masa tugasnya di Magetan segera berakhir, pesan dan kesan yang ditinggalkan Letkol Hasan Dasuki diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi para insan pers di Kabupaten Magetan.(niel/ton)

Tinggalkan Balasan