Pemkab Magetan Launching Gerakan Indonesia Asri, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah

Bupati Magetan, Nanik Sumantri saat memilah sampah.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Pemkab Magetan resmi melaunching Gerakan Nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) sekaligus gerakan pilah sampah dari rumah. Kegiatan tersebut digelar di depan Pasar Sayur Magetan dan dijadikan titik awal pilot project pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Jumat (13/2/2026).

Bupati Nanik Sumantri menegaskan program ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait kondisi darurat sampah nasional. Ia menyebut penanganan sampah harus dilakukan serius mulai dari sumbernya.

“Pilah sampah ini memang juga instruksi dari presiden. Karena darurat sampah khususnya di Indonesia. Maka pengolahan sampah harus ditangani sungguh-sungguh. Untuk Magetan kita membuat gerakan pilah sampah dari rumah, terutama organik dan anorganik,” ujarnya.

Menurutnya, pemilahan sejak dari rumah akan mempermudah proses pengangkutan sekaligus meningkatkan nilai manfaat sampah bagi masyarakat.

“Kalau sudah dipilah, petugas akan lebih mudah mengambil. Yang organik bisa jadi kompos, sedangkan anorganik bisa disetor ke bank sampah dan menjadi uang,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DLHP Magetan Saif Muchlissun menjelaskan sistem pengelolaan sebenarnya sudah tersusun berjenjang hingga tingkat desa dan kelurahan melalui pembentukan pokja kebersihan. Namun pihaknya mengakui masih ada wilayah yang belum optimal dan akan terus didorong.

“Ini sebenarnya sudah tersistem. Setiap desa kelurahan harus punya pokja kebersihan. Untuk pemilahan ini kita mulai dari wilayah yang sudah punya KSM sebagai pilot project,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahap awal difokuskan di wilayah perkotaan. Nantinya sampah yang tidak dipilah dari rumah berpotensi tidak diangkut sebagai bentuk edukasi agar masyarakat disiplin memilah.

Program ini diharapkan menjadi langkah konkret perubahan kebiasaan masyarakat Magetan dalam pengelolaan sampah sehingga volume sampah ke TPA berkurang, lingkungan lebih bersih, serta tercipta sistem pengolahan yang berkelanjutan.(niel/red)

Tinggalkan Balasan