Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan manifestasi nyata dari komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Magetan.

Ketua PSHT Rayon Belotan, S. Agus Triyono, S.Pd., M.Si., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga besar PSHT siap menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program kerja pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

“Kami sepenuhnya mendukung program kerja Mbah Lurah di Belotan serta kebijakan Bunda Bupati Magetan. Momentum ini adalah saat yang tepat untuk memperkokoh ukhuwah dan memberikan kontribusi riil bagi bangsa,” ujar Agus di hadapan ribuan warga dan siswa yang hadir.

Ia juga menginstruksikan seluruh anggota untuk proaktif menjaga kondusivitas lingkungan. “Tunjukkan bahwa Rayon Belotan adalah pionir dalam menjaga keamanan dan tetap solid di mana pun berada,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PSHT Cabang Magetan, Drs. Nanang Budi Setyaji, M.Pd., memberikan orasi kebangsaan yang menekankan pentingnya harmoni antarperguruan silat. Nanang mengingatkan bahwa akar sejarah pencak silat di Magetan, baik SH Terate maupun SH Winongo, berasal dari nilai-nilai luhur yang sama.

Menurut Nanang, kemajuan Magetan yang dikenal dengan slogan “Magetan Kumandang” hanya bisa dicapai jika seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan silat, hidup berdampingan dengan damai.

“Kita tidak boleh tersekat oleh perbedaan baju perguruan. Mari gelorakan semangat IPSI Magetan: Pencak Silat! Sing Akur Kabeh Sedulur! (Semua bersaudara, harus rukun),” tegas Nanang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, acara ini diisi dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim piatu di wilayah sekitar. Aksi ini menjadi bukti bahwa PSHT tidak hanya berfokus pada olah fisik (kanuragan), tetapi juga pada pengasahan empati dan mental spiritual.

Menjelang akhir acara, suasana semakin semarak dengan penampilan orkes dangdut Republik Metro. Ribuan anggota PSHT yang hadir tampak larut dalam kegembiraan, menciptakan harmoni sosial yang cair namun tetap tertib.

Melalui agenda tahunan ini, PSHT Rayon Belotan membuktikan diri sebagai organisasi yang mampu menyeimbangkan antara tradisi bela diri, pengabdian sosial, dan hiburan rakyat demi mewujudkan masyarakat Magetan yang lebih harmonis.(ton/red)