Revitalisasi RPM Magetan: Eko Patrianto Siapkan ‘Benteng’ Produk Lokal dan Inovasi Wisata Edukasi

Eko Patrianto Ketua Paguyuban Rumah Promosi Magetan (RPM).(Anton/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Rumah Promosi Magetan (RPM) bersiap memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Eko Patrianto. Sentra yang merupakan aset Kementerian Perindustrian ini tengah bersiap melakukan rebranding besar-besaran guna mengembalikan marwahnya sebagai pusat kerajinan kulit dan produk unggulan asli Magetan.

Dalam wawancara eksklusif pada Senin (6/4/2026), Eko Patrianto mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah serbuan produk luar yang menggerus eksistensi produsen lokal di kawasan Jalan Sawo.

“Di Jalan Sawo saat ini, bisa dibilang 80 persen produknya sudah bukan asli Magetan. Melalui RPM ini, saya ingin menciptakan perlindungan bagi produsen lokal. Prinsipnya, kearifan lokal harus kita utamakan,” tegas Eko.

Eko menjelaskan, berbeda dengan konsep sebelumnya yang kurang maksimal selama lima tahun terakhir, RPM kini akan diposisikan sebagai destinasi wisata belanja yang terintegrasi dengan edukasi. Target utamanya adalah wisatawan rombongan bus besar dan siswa sekolah.

Untuk menarik minat pengunjung, pengelola RPM telah membangun komunikasi dengan berbagai biro perjalanan wisata.

“Kami menggandeng biro wisata untuk mengarahkan armada mereka ke sini. Kami siapkan daya tarik berupa edukasi kerajinan dan menu kuliner andalan khas Magetan, seperti tepo tahu dan olahan lainnya. Harapannya, meski pengunjung tidak membeli sepatu kulit, mereka tetap berbelanja produk UMKM lainnya yang tersedia,” jelasnya.

Tak hanya kulit, RPM akan menampung tujuh sektor produk unggulan, mulai dari batik, anyaman bambu, kayu, anyaman plastik, hingga manik-manik. Menariknya, sistem kerja sama yang ditawarkan bukan sekadar titip barang (konsinyasi), melainkan RPM akan memberikan order spesifik kepada produsen sesuai kriteria pasar.

Guna memastikan ekosistem ini berjalan, Eko juga menyiapkan skema insentif bagi kru bus pariwisata.

“Kami berikan stimulasi berupa makan, kopi, hingga insentif tujuh persen dari omzet. Ini cara kami merangsang agar biro perjalanan mau mampir dan menetap lebih lama di RPM,” tambahnya.

Terkait identitas baru, Eko mengakui tengah menggodok nama yang lebih menjual melalui sayembara. Beberapa nama seperti Magister (Magetan Industri Leader), Makpro, hingga Signature sudah masuk dalam daftar pertimbangan.

Jika tidak ada aral melintang, wajah baru RPM ini akan diresmikan (launching) pada 15 April 2026 mendatang. Jam operasional pun akan ditingkatkan mulai pukul 06.30 WIB hingga 22.30 WIB.

“Kami juga bekerja sama dengan teman-teman RTIK untuk publikasi digital dan menyiapkan ruang pameran yang representatif. Silakan masyarakat datang dan saksikan sendiri perubahannya nanti,” imbuh Eko.

Revitalisasi ini diharapkan menjadi angin segar bagi produsen kulit di Magetan yang selama ini merasa terpinggirkan oleh persaingan pasar bebas. Dengan dukungan warga RW 3 dan pendampingan dari dinas terkait, RPM optimis mampu menjadi ikon baru ekonomi kreatif di Kabupaten Magetan.(ton/red)

Tinggalkan Balasan