Safari Ramadhan,Kapolres Magetan Sowan ke Sejumlah Kiai dan Tokoh Agama

Safari Ramadhan Kapolres Magetan dengan sowan ke sejumlah Kiai dan tokoh agama di Magetan.(Ant/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Memasuki bulan suci Ramadan, Polres Magetan semakin intensif menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menggelar rangkaian Safari Ramadhan dengan menyambangi sejumlah tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren di wilayah Kabupaten Magetan, Rabu (4/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat sinergi antara Ulama dan Umara demi memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif selama bulan puasa.

Dalam agenda tersebut, Kapolres beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Magetan mengawali silaturahmi ke kediaman KH Abdullah, pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayat, Desa Ginuk, Karas.

Tak berhenti di situ, sinergi juga dibangun dengan tokoh Muhammadiyah melalui kunjungan ke Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Magetan, Dr. Samsul Hidayat, S.Pd., M.P., di Desa Panggung, Kecamatan Barat.

Sebelumnya, koordinasi serupa juga telah dilakukan dengan tokoh-tokoh kunci lainnya, di antaranya KH Sumarno Abdul Azis: Ketua BAZNAS Magetan & Pengasuh PP Darul Muttaqin. KH Khoiri & H. Fadlan, Pengasuh dan pengurus PP Baitul Ulum Al Islami, Plaosan.

Kapolres Magetan menegaskan bahwa komunikasi yang harmonis dengan tokoh agama adalah kunci stabilitas sosial, terutama di momentum religi seperti sekarang.

.“Sinergitas ini sangat penting untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Magetan agar tetap aman, damai dan kondusif selama bulan Ramadan,” ujar AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Menurutnya, tokoh agama memiliki peran strategis sebagai pendingin suasana (cooling system) di tengah masyarakat dengan memberikan pesan-pesan persatuan.

“Kami berharap para tokoh agama dapat terus bersinergi dengan kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat, sehingga tercipta suasana yang sejuk dan penuh toleransi,” tambahnya.

Kunjungan ini mendapat sambutan hangat dari para ulama. Pertemuan tersebut menjadi simbol bahwa kepolisian tidak bekerja sendiri dalam menjaga ketenangan ibadah masyarakat. Dengan terciptanya harmoni antara aparat dan tokoh agama, diharapkan stabilitas di Magetan tetap terjaga hingga Idul Fitri mendatang.(*)

Tinggalkan Balasan