Budaya  

Sambut Ramadhan, Seniman Reog Ponorogo Gagrak Magetan Gelar Tabuhan Tutup Kendang

Penampilan 6 Dadak Merak Seni Reog Ponorogo Gagrak Magetan dalam acara Tabuhan Tutup Kendang.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Komunitas seniman tradisional yang tergabung dalam Komunitas Seni Reog Ponorogo Gagrak Magetan menggelar tradisi Tabuhan Tutup Kendang dengan menampilkan 7 dadak merak sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadhan, Minggu (15/2/2026).

Bertempat di pelataran lapangan Candirejo, Magetan, acara ini menjadi simbol penghormatan para seniman terhadap bulan Ramadan dengan menutup aktivitas pertunjukan dan latihan kesenian selama masa puasa. Tradisi ini telah lama dikenal di kalangan pelaku seni tradisional Jawa sebagai wujud kearifan lokal yang memadukan nilai budaya dan spiritualitas.

Pengurus komunitas Seni Reog Ponorogo Gagrak Magetan, Andri Agus Setiawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi sikap batin para pelaku seni.

“Tradisi Tutup Kendang ini menjadi penanda bahwa para seniman juga menghormati datangnya Ramadan. Selain menjaga tradisi leluhur, ini juga momen bagi kami untuk menenangkan diri dan lebih fokus beribadah,” ujarnya.

Andri menambahkan, pelaksanaan tradisi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesenian tidak hanya soal hiburan, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang kuat.

“Kami ingin generasi muda memahami bahwa reog bukan sekadar pertunjukan, tetapi warisan budaya yang sarat makna. Dengan Tutup Kendang, kami menunjukkan bahwa seniman juga punya ruang untuk refleksi diri,” tambahnya.

Dalam prosesi tersebut, kendang dan perangkat musik biasanya ditutup kain sebagai simbol “istirahat” kesenian hingga bulan puasa berakhir. Makna simbolik ini melambangkan kesiapan batin seniman dalam menyambut bulan suci dengan hati yang bersih.

Komunitas Seni Reog Ponorogo Gagrak Magetan berharap masyarakat yang hadir menyaksikan rangkaian kegiatan sekaligus bisa ikut melestarikan tradisi budaya daerah. Selain menjadi agenda tahunan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni tradisional khas Ponorogo yang berkembang di wilayah Magetan.(niel/red)

Tinggalkan Balasan