MAGETAN (Lensamagetan.com) – Beberapa warga di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari limbah rumah potong hewan milik salah satu warga desa setempat. Keluhan tersebut terutama dirasakan saat musim hujan, ketika air mengalir membawa limbah sehingga bau semakin menyebar ke lingkungan sekitar.
Menurut warga, lokasi pembuangan limbah berada tidak jauh dari permukiman dan berdampingan dengan tempat pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang setiap hari digunakan anak-anak untuk belajar mengaji.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak yang mengikuti kegiatan keagamaan.
“Kalau hujan baunya makin terasa. Anak-anak yang mengaji jadi kurang nyaman. Kami hanya berharap ada solusi supaya lingkungan tetap sehat,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia juga menambahkan, warga sebenarnya telah beberapa kali mencoba menyampaikan keluhan secara baik-baik kepada pemilik usaha rumah potong ayam tersebut.
“Sebenarnya sudah sering ditegur dan diingatkan warga, bahkan pernah dibilangi secara langsung. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan yang berarti. Kami tidak ingin mempermasalahkan usahanya, hanya berharap pengelolaan limbahnya bisa diperbaiki,” tambahnya.
Keluhan serupa sebelumnya juga telah disampaikan secara resmi. Beberapa bulan lalu, Kepala Yayasan Annafi yang mengelola tempat pendidikan Al-Qur’an di sekitar lokasi diketahui telah berkirim surat kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan (DLHP) Magetan untuk meminta penanganan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas DLHP bersama perangkat desa setempat sempat melakukan kunjungan dan peninjauan lapangan. Namun demikian, warga menilai kondisi di lapangan hingga kini belum mengalami perubahan yang signifikan.
Meski demikian, masyarakat menegaskan bahwa keluhan ini bukan untuk menyudutkan pihak manapun, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar.
Warga berharap dinas terkait dapat kembali melakukan evaluasi serta pendampingan teknis, sehingga pengelolaan limbah dapat berjalan lebih baik tanpa menghambat aktivitas usaha warga.
Dengan adanya komunikasi yang terbuka antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah, warga optimistis persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijak melalui musyawarah dan solusi bersama.(niel/ton)












