Bekali Siswa Sertifikat Industri, 54 Siswa SMKS Magetan 1 YKP Ikuti Diklat PPI 2026 di Madiun

Siswa SMKS Magetan 1 YKP mengikuti Diklat PPI 2026 di Kota Madiun.(Anton/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Sebanyak 54 siswa kelas X SMKS Magetan 1 YKP resmi mengikuti program Diklat PPI 2026 di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun guna mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten dan bersertifikat.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Jawa Timur dengan menyuplai tenaga ahli siap pakai di sektor transportasi dan industri logistik yang saat ini tengah berkembang pesat.

Penyelenggaraan diklat yang berlangsung pada 9–13 Februari 2026 ini menyasar dua bidang vital, yakni instalasi listrik perkeretaapian dan pengoperasian alat berat (forklift). Fokus utama dari kolaborasi ini adalah memberikan akses kepada pemuda daerah untuk meraih standar keahlian industri tanpa harus bersaing jauh ke luar wilayah.

Keikutsertaan siswa dalam pelatihan ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan investasi ekonomi bagi masyarakat Magetan. Dengan memegang sertifikasi kompetensi sejak dini, lulusan SMK memiliki nilai tawar upah yang lebih tinggi dan peluang serapan kerja yang lebih cepat di perusahaan nasional maupun internasional.

Hal ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup keluarga siswa serta memperkuat struktur ekonomi daerah melalui penyediaan SDM berkualitas tinggi.

Kepala SMKS Magetan 1 YKP, Arif Kurniawan, menjelaskan bahwa pembekalan ini mencakup aspek fundamental yang dicari oleh perusahaan-perusahaan besar saat ini.

“Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta etos kerja profesional,” tegas Arif Kurniawan saat memantau jalannya diklat.

Selain penguasaan alat, para siswa dididik secara intensif untuk mengadopsi budaya kerja industri yang ketat. Arif menekankan pentingnya integritas selama proses belajar agar hasil dari diklat ini benar-benar diakui secara profesional.

“Siswa diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh tanggung jawab demi menjaga nama baik institusi serta memastikan mereka memiliki daya saing yang tinggi di mata perusahaan nasional maupun internasional,” tambah Arif.

Program ini mencakup dua bidang krusial diantarnya, diklat dasar instalasi listrik perkeretaapian (angkatan 3) untuk menyiapkan teknisi kelistrikan untuk moda transportasi modern.

Diklat dasar pengoperasian alat berat forklift (angkatan 4) untuk menyiapkan tenaga operator bersertifikat untuk sektor logistik dan pergudangan.

Sinergi antara sekolah kejuruan dan politeknik kedinasan seperti PPI Madiun menjadi bukti nyata bahwa percepatan kualitas SDM di Kabupaten Magetan dapat dilakukan secara sistematis demi menghadapi tantangan ekonomi global.(ton/red)

Tinggalkan Balasan