Diisukan Menahan Ijasah, SMK YKP Magetan Justru Ungkap Dukungan Total bagi Siswa Bersangkutan

Kepala Sekolah SMK YKP Magetan, Arif Kurniawan.(Lensamagetan.com/Istimewa)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Manajemen SMK YKP Magetan memberikan klarifikasi mendalam terkait isu penahanan ijazah yang menimpa salah satu lulusannya tahun 2025, berinisial MDP. Alih-alih mempersulit, pihak sekolah justru mengungkap fakta bahwa MDP merupakan siswa yang selama ini menerima perhatian dan bantuan khusus dari pihak sekolah demi kelangsungan pendidikannya.

Pihak sekolah menegaskan bahwa hubungan mereka dengan MDP bukan sebatas guru dan murid, melainkan sudah seperti keluarga binaan. Wali Kelas MDP, Eva Selvia, membeberkan bahwa sekolah telah rutin mengulurkan bantuan sosial sejak MDP duduk di kelas 10.

“Bahkan, hampir setiap bulan pihak sekolah berupaya memberikan bantuan kepada keluarga, meskipun hanya dalam bentuk sembako, ataupun makanan dari guru-guru secara bergantian,” ujar Eva saat memberikan keterangan di lingkungan sekolah, Senin (2/2/2026).

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMK YKP Magetan, Arif Kurniawan, menegaskan komitmen sekolah dalam mengawal masa depan MDP. Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh biaya operasional pendidikan siswa tersebut telah dibantu oleh kebijakan internal sekolah.

“Kita sudah berupaya memberikan lebih untuk siswa tersebut, dan kami pastikan juga tidak ada penahanan ijazah di sekolah sini. Tak hanya itu, kita pastikan juga siswa yang diisukan tersebut adalah siswa binaan kami dan selalu dalam pantauan kami, sebab kami menginginkan bahwa siswa tersebut harus bisa merubah nasibnya sendiri,” ungkap Arif.

Bantuan tersebut mencakup biaya-biaya krusial seperti ujian semester hingga Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang semestinya menjadi kewajiban administrasi siswa.

Mengenai ijazah yang belum diambil, pihak sekolah menjelaskan bahwa kendalanya murni pada prosedur fisik, di mana siswa harus hadir untuk memberikan tanda tangan basah sebagai syarat legalitas dokumen negara.

Staf bagian kesiswaan, Sri Wahyuningsih, menyayangkan jika niat baik sekolah disalahpahami. Ia menjamin bahwa pengambilan ijazah bagi MDP tidak akan dibebani oleh urusan finansial yang memberatkan.

“Sampai sekarang yang bersangkutan belum juga datang ke sekolah, padahal kita itu sudah welcome setiap saat, akan kita bantu untuk pengurusan ijazahnya. Dari kejadian ini kita simpulkan tidak mempersulit apapun untuk anak didik kami, kamipun juga melayani sepenuh hati dengan jiwa kami,” tegas Sri.

Arif Kurniawan menutup dengan ajakan agar MDP segera datang ke sekolah untuk menyelesaikan serah terima secara resmi. Ia menekankan bahwa sekolah swasta yang dipimpinnya tetap mengedepankan sisi kemanusiaan tanpa mengabaikan sistem yang berlaku.

“Monggo untuk siswa yang ijazahnya belum diambil bisa langsung datang ke sekolah sini, dan kami juga tidak pernah menuntut administrasi apapun,” pungkasnya.(niel/red)

Tinggalkan Balasan