Dukung Program Indonesia ASRI, Polres Magetan Bersihkan Sampah di Jalur Pendakian Gunung Lawu

Kapolres Magetan AKBP Erik Bangun Prakasa bersama anggotanya bersihkan sampah di jalur pendakian Gunung Lawu.(Suroso/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Personel gabungan dari Polres Magetan bersama TNI dan Perhutani melakukan aksi bersih-bersih sampah di sepanjang jalur pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu pada Senin (16/2/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan kelestarian ekosistem hutan dan kenyamanan wisatawan tetap terjaga, mengingat tumpukan sampah non-organik di kawasan konservasi dapat berdampak buruk pada kualitas air dan daya tarik pariwisata daerah dalam jangka panjang.

Kegiatan bertajuk korve ini dipimpin langsung oleh Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa. Aksi ini merupakan respons nyata terhadap ancaman pencemaran lingkungan di salah satu destinasi wisata alam unggulan Jawa Timur tersebut.

Kawasan Cemoro Sewu merupakan urat nadi ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata dan jasa pendakian. Namun, perilaku membuang sampah sembarangan masih menjadi tantangan besar. Dalam aksi ini, petugas menyisir jalur pendakian dan mengumpulkan sampah plastik yang sulit terurai agar tidak merusak kesuburan tanah dan estetika alam.

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto terkait Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

“Pelaksanaan kegiatan Indonesia ASRI Polres Magetan kami gelar di jalur pendakian Cemoro Sewu karena lokasi ini merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Magetan yang harus kita jaga bersama kebersihan dan keasriannya,” ujar AKBP Raden Erik Bangun Prakasa.

Beliau menambahkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya soal keamanan fisik, tetapi juga menjaga aset lingkungan agar tetap kompetitif sebagai tujuan wisata.

Keasrian alam yang terjaga di Gunung Lawu berkorelasi langsung dengan kesehatan lingkungan masyarakat di kaki gunung. Sampah yang menyumbat jalur air atau mencemari tanah dapat menurunkan kualitas hidup warga lokal yang bergantung pada sumber daya alam pegunungan.

Oleh karena itu, pihak kepolisian menekankan pentingnya perubahan perilaku bagi setiap individu yang datang berkunjung. Tanpa kesadaran kolektif, upaya pembersihan ini hanya akan bersifat sementara.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para pendaki Gunung Lawu agar selalu menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampahnya. Dengan begitu, keindahan, kenyamanan, dan keasrian alam Gunung Lawu dapat terus terjaga untuk generasi mendatang,” tegas Kapolres.

Aksi ini juga melibatkan Kopasgat TNI AU dan Perhutani KPH Lawu sebagai bentuk sinergi lintas instansi. Diharapkan, gerakan ini menjadi pemicu bagi komunitas pendaki dan masyarakat luas untuk lebih bertanggung jawab terhadap sampah pribadi saat beraktivitas di alam terbuka.

Tinggalkan Balasan