MAGETAN (Lensamagetan.com) – Wajah pemukiman di Gang Durian, Kelurahan Tawanganom, Kecamatan Magetan, kini berubah total. Melalui inisiatif kawasan cerdas (smart settlement), wilayah RT 05 dan RT 06 di RW 02 ini resmi bertransformasi menjadi Kampung PLN Mobile.
Tak sekadar label, inovasi ini berhasil membawa Kelurahan Tawanganom masuk dalam jajaran Top Five dan kini tengah menuju posisi 5 besar dalam Lomba PLN Mobile Tingkat Provinsi.
Inovasi Kampung PLN Mobile di Kelurahan Tawanganom ini, secara langsung ditinjau oleh perwakilan PLN grup, didampingi Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Pemkab Magetan, Drs. Benny Adrian, M.Si. bersama Camat Magetan, Agung Budiarto, S.Sos.
Program ini merupakan buah kolaborasi strategis antara PLN Group dengan Pemerintah Kelurahan Tawanganom untuk menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan terintegrasi.
Lurah Tawanganom, Safaat Setia Romadhon, S.STP., menjelaskan bahwa terdapat empat inovasi utama yang menjadi motor penggerak perubahan di wilayahnya yakni, KOPER PLN (Kolaborasi Digitalisasi Perpustakaan): Mengintegrasikan Perpustakaan Nawangsari dengan ekosistem digital. Melalui layanan WiFi Iconnet, anak-anak di Pojok Baca Gang Durian kini dapat mengakses e-book cerita bergambar lewat perangkat PC yang disediakan.
DITALAGA (Digitalisasi Tanggap Laporan Warga): Mengubah fungsi Poskamling menjadi pusat kendali digital. Dilengkapi dengan SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum), warga dapat melaporkan gangguan, membayar tagihan, hingga mencatat meteran secara mandiri melalui aplikasi PLN Mobile langsung dari titik kumpul.

KEMBANG (Kelurahan Membangun Ekonomi Negara): Program re-branding dan elektrifikasi UMKM. Mulai dari produksi Batik Nawangsari, instalasi hidroponik, hingga usaha Batagor dan kerajinan kulit, kini didorong menggunakan peralatan listrik yang lebih ekonomis dan efisien.
PLN GEMAS (Gerakan Membayar Listrik dengan Sampah): Inovasi lingkungan yang memungkinkan warga mengonversi tabungan sampah menjadi token listrik atau pembayaran tagihan melalui PLN Mobile, bahkan untuk nominal sekecil Rp 5.000.
Dalam keterangannya, Lurah Tawanganom menekankan bahwa esensi dari program ini adalah keberdayaan masyarakat melalui teknologi yang tepat guna.
“Kampung PLN Mobile bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang bagaimana teknologi memanusiakan pelayanan dan memberi ruang bagi warga untuk lebih produktif tanpa perlu khawatir akan urusan teknis kelistrikan,” ujar Safaat Setia Romadhon, S.STP.
Beliau menambahkan bahwa keberhasilan Gang Durian menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi bisa diadopsi hingga ke tingkat lingkungan terkecil.
“Warga Gang Durian Kelurahan Tawanganom telah membuktikannya. Dengan PLN Mobile, semua urusan mulai dari kebutuhan belajar, pelaporan warga, hingga operasional UMKM menjadi makin mudah,” imbuhnya.
Dengan pencapaian masuk dalam lima besar tingkat provinsi, diharapkan Kampung PLN Mobile Tawanganom dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Magetan dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang cerdas dan mandiri secara ekonomi.(red)












