MAGETAN (Lensamagetan.com) – Rencana relokasi pedagang malam Pasar Sayur Magetan ke pasar baru menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Magetan. Aspirasi para pedagang disampaikan melalui forum silaturahmi yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag ) Kabupaten Magetan sebagai upaya mengedepankan dialog dibandingkan aksi demonstrasi.
Ketua DPRD Magetan, Suratno, mengatakan pertemuan tersebut digelar untuk mengantisipasi rencana aksi demo dari pedagang malam Pasar Sayur Magetan sekaligus memastikan seluruh keluhan dapat tersampaikan dengan baik.
“Ya, intinya silaturahim dulu. Kami mengapresiasi Disperindag yang telah memfasilitasi. Awalnya saudara-saudara pedagang malam Pasar Sayur Magetan mau demo, kemudian datang untuk silaturahim. Maksudnya agar tidak terjadi demonstrasi,” ujarnya
Suratno menjelaskan, pembangunan pasar baru dilatarbelakangi kondisi pedagang malam Pasar Sayur Magetan yang kerap terdampak hujan. Setelah pasar selesai dibangun, muncul rencana relokasi ke bedak Pasar baru. Namun pada pertemuan awal, tidak seluruh aspirasi perwakilan pedagang dapat tersampaikan secara menyeluruh.
Beberapa poin penting yang disampaikan pedagang malam Pasar Sayur Magetan meliputi kebutuhan pembukaan akses Jalan Lingkar Selatan, penataan kios bagian dalam, serta pengaturan pedagang etek laut yang jumlahnya mencapai lebih dari 1.800 pedagang. Pedagang juga menilai bangunan pasar yang sudah baik akan sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara optimal.
“Pasar tradisional itu berbeda dengan pasar modern. Apa yang menjadi keluhan dan masukan harus dicatat agar bisa kami sampaikan kepada Ibu Bupati. Ada urgensi soal akses tembus, gundukan yang perlu diratakan, serta penambahan penerangan karena malam hari masih gelap,” jelasnya.
Suratno mengapresiasi sikap pedagang malam Pasar Sayur Magetan yang memilih menyampaikan aspirasi secara damai dan tidak anarkis.
“Kami mengapresiasi kebersamaan para pedagang. Tidak demo, tidak anarkis. Yang penting kebersamaan. Nek wong Jowo nek lungguh bareng iso guyub, iso rukun,” katanya.
Lebih lanjut, terkait rencana relokasi yang semula dijadwalkan mulai tanggal 1, DPRD Magetan meminta agar pelaksanaannya ditangguhkan sementara. Penundaan ini dimaksudkan agar pedagang malam Pasar Sayur Magetan memiliki waktu menyampaikan rencana kepindahan kepada pelanggan mereka.
“Pedagang perlu waktu memberi pemahaman kepada pembelinya. Sekarang hampir 80 persen pedagang malam hadir, sehingga semua keluh kesah bisa tersampaikan dan tercatat dalam notulen Komisi B,” ungkap Suratno.
Menurutnya, keberadaan lebih dari 1.800 pedagang etek laut dan sekitar 185 pedagang malam Pasar Sayur Magetan merupakan penyangga penting perekonomian daerah.
“Ini produk Magetan. Keberadaan mereka sangat penting untuk meningkatkan daya beli dan perputaran ekonomi, khususnya hasil pertanian di Kabupaten Magetan,” pungkasnya.(niel/red)












