Sidak ke Pasar Tradisional di Magetan, Riyono Caping Atasi Kelangkaan Minyak Kita

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono Caping saat sidak ke pasar tradisional di Magetan.(Ist/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono Caping, turun langsung ke sejumlah pasar di wilayah dapilnya untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga terkendali.

Sejak awal Ramadan, Pria yang akrab disapa Kang Ri ini mengaku rutin memantau pergerakan harga sembilan bahan pokok strategis, mulai dari beras, minyak goreng, gula, tepung, hingga daging, ikan, cabai, dan telur.

“Sejak awal Ramadan saya sudah keliling memantau harga bahan pokok di pasar tradisional, memastikan HET untuk beras dan minyak tetap terkendali,” ujarnya.

Dari hasil pantauan selama dua pekan Ramadan, ketersediaan pangan dinilai masih aman. Namun, daya beli masyarakat disebut mulai menurun.

“Daya beli memang sedikit menurun. Pedagang di Pasar Kawedanan juga menyampaikan kondisi pasar masih relatif sepi dan belum terlihat lonjakan pembeli menjelang Lebaran,” katanya.

Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, Kang Ri kembali melakukan pengecekan ke pasar kecil hingga toko grosir. Hasilnya, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.

“Daging ayam dari Rp30 ribu naik menjadi Rp35–36 ribu per kilogram. Cabai keriting juga melonjak dari Rp40–50 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram. Sementara beras masih stabil di kisaran Rp13–14 ribu per kilogram,” jelasnya.

Dalam sidak tersebut, Riyono juga menemukan persoalan distribusi minyak goreng bersubsidi “Minyak Kita” yang sempat tidak tersedia di pasar selama lebih dari sepekan dan dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Untuk memastikan kondisi tersebut, ia melakukan pengecekan lanjutan ke pasar besar di Magetan. Hasilnya, stok Minyak Kita memang kosong di sejumlah lapak pedagang.

“Dari hasil pengecekan di pasar besar dan komunikasi dengan pengelola pasar, memang Minyak Kita sedang tidak tersedia,” ungkapnya.

Menindaklanjuti temuan itu, Riyono langsung berkoordinasi dengan Bulog Wilayah III di Ponorogo. Dari koordinasi tersebut, Bulog memastikan segera melakukan suplai minyak goreng ke Magetan.

“Hasil koordinasi, Minggu 15 Maret 2026 Minyak Kita mulai disuplai ke Magetan. Respon cepat Bulog ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan tenaga di Bulog menjadi salah satu kendala distribusi. Namun, dengan dukungan informasi dari lapangan, distribusi dapat segera dipercepat.

“Belum 24 jam setelah koordinasi, Minyak Kita sudah mulai masuk ke Pasar Kawedanan dan pasar sayur Magetan,” pungkasnya.(niel/ton)

Tinggalkan Balasan