Di Balik Proyek Rp 2,3 Miliar: Apa Kabar Rumah Kemasan Magetan Sekarang?

Kantor Disperindag Magetan yang menjadi satu dengan Rumah Kemasan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Fasilitas Rumah Kemasan senilai Rp 2,3 miliar di Magetan yang seharusnya menjadi penopang penguatan UMKM kini menuai sorotan, setelah keberadaannya dinilai belum memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha.

Gedung yang dibangun ditahun 2020 lalu semestinya difungsikan sebagai pusat layanan desain serta produksi kemasan bagi pelaku usaha kecil itu kini disebut lebih banyak dimanfaatkan sebagai bagian ruang kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan karena manfaat yang dijanjikan belum dirasakan secara luas oleh pelaku usaha.

Para pelaku UMKM menilai fasilitas dengan peralatan desain modern tersebut belum memberi dampak signifikan. Alih-alih membantu menekan biaya produksi melalui layanan desain kompetitif, keberadaan Rumah Kemasan dinilai terasa eksklusif dan kurang terbuka bagi masyarakat.

Ketua Forum IKM Magetan, Ahmad Baiquni, menyampaikan kritik tajam terhadap pemanfaatan bangunan itu.

“Seng jelas di enggo pajangan karo di enggo kenang kenangan terpendam (Yang jelas dibuat pajangan dan dibuat kenang-kenangan terpendam),” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).

Ia juga menyebut banyak pelaku usaha lebih memilih menggunakan jasa desain di luar fasilitas pemerintah karena dianggap lebih efektif dan mudah diakses.
Situasi ini semakin memicu tanda tanya karena Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Magetan, Sucipto, belum memberikan tanggapan hingga berita ini disusun meski telah dihubungi untuk konfirmasi.

Ketertutupan tersebut memunculkan desakan publik agar pemerintah daerah dan legislatif segera melakukan evaluasi langsung terhadap penggunaan anggaran. Warga menilai jika tidak ada pembenahan, aset daerah itu berpotensi menjadi fasilitas sia-sia.

Sejumlah pihak menyoroti dampak lanjutan jika kondisi ini berlanjut, mulai dari potensi kerugian anggaran daerah, lemahnya daya saing produk UMKM karena biaya desain tetap tinggi, hingga menurunnya kepercayaan investor terhadap pengelolaan fasilitas publik di Magetan.

Padahal sesuai konsep awal, Rumah Kemasan dirancang sebagai sarana uji coba desain hingga 100 sampel kemasan sebelum produksi massal melalui mitra percetakan. Namun harapan agar produk lokal tampil kompetitif secara visual kini dinilai terhambat oleh pengelolaan yang belum optimal.(niel/red)

Tinggalkan Balasan