Maling Pincang Terekam CCTV, Kasus Laptop Setda Magetan Kini Jadi Ujian Kapolres Baru

Rekaman CCTV memperlihatkan sosok yang diduga pelaku pencurian berjalan di area Kantor Setda Kabupaten Magetan.(Lensamagetan.com/Ist)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Rekaman kamera pengawas (CCTV) sempat menjadi petunjuk penting dalam kasus pencurian tujuh unit laptop dan satu hard disk eksternal di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan. Namun, lebih dari tiga bulan berlalu, kasus yang terjadi pada Sabtu dini hari, 13 Juni 2026, tersebut belum juga berujung pada penangkapan pelaku.

Kasus itu kini menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) bagi jajaran Polres Magetan di bawah kepemimpinan Kapolres baru, AKBP Bagas Sancoyoning Aji.

Pergantian pucuk pimpinan Polres Magetan terjadi setelah AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mendapat promosi sebagai Kapolres Mojokerto. Tongkat komando kemudian diserahterimakan kepada AKBP Bagas Sancoyoning Aji yang sebelumnya bertugas di lingkungan Polda Jawa Timur.

Persoalan tersebut turut menjadi perhatian warga. Pasalnya, aksi pencurian aset di lingkungan perkantoran pemerintah itu disebut telah terekam CCTV dan polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kritik warga pun bermunculan di media sosial. Salah satunya disampaikan Basuki yang mempertanyakan lambannya penyelesaian kasus tersebut.

“Lha itu pencurian laptop, bukti CCTV sudah jelas, tinggal nangkap aja gak bisa. Giliran maling kecil sat set,” tulis Basuki melalui akun media sosialnya.

Komentar lain datang dari Bagus Sadewo. Ia berharap pergantian pimpinan kepolisian tidak hanya menjadi momentum untuk menyelesaikan kasus pencurian aset daerah, tetapi juga memperkuat pemberantasan berbagai penyakit masyarakat.

“PR biar generasi bangsa tidak rusak. Judi, sabung ayam, miras, narkoba harus bersih,” tegas Bagus Sadewo.

Terekam CCTV, Pelaku Disebut Pincang

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Pelaku diduga masuk dengan cara mendobrak pintu kantor, kemudian mengambil sejumlah perangkat elektronik dari laci meja kerja di dua ruangan.

Di Bagian Hukum, sebanyak empat unit laptop dilaporkan hilang. Sementara dari Bagian Organisasi, pelaku membawa tiga laptop dan satu hard disk eksternal.

Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta. Dari tujuh laptop yang hilang, lima di antaranya merupakan aset Pemerintah Kabupaten Magetan, sedangkan dua lainnya merupakan milik pribadi pegawai.

Rekaman CCTV memperlihatkan sosok yang diduga sebagai pelaku. Dari ciri-ciri yang terlihat, pelaku diduga beraksi seorang diri.

Sosok tersebut tampak memiliki ciri fisik berupa postur tubuh tinggi dan agak gemuk serta berjalan pincang. Pelaku juga terlihat mengenakan jaket hoodie yang menutupi bagian kepala.

Ciri khas tersebut sempat menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan kepolisian.

Identitas Disebut Sudah Terpetakan

Tim Inafis Polres Magetan bersama Polsek Magetan Kota sebelumnya telah melakukan olah TKP. Dari proses penyelidikan, polisi disebut telah mengantongi identitas terduga pelaku.

Informasi yang beredar menyebutkan, terduga pelaku diketahui melarikan diri ke luar wilayah Provinsi Jawa Timur.

Namun hingga kini, penangkapan terhadap terduga pelaku belum terealisasi.

Kondisi inilah yang kemudian menjadi perhatian publik, terlebih kasus tersebut menyangkut keamanan aset pemerintah dan terjadi di lingkungan perkantoran Pemkab Magetan.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Magetan juga harus melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan kantor. Keberadaan CCTV memang menjadi salah satu instrumen penting untuk mengungkap kejadian, tetapi kasus tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sistem keamanan fisik di lingkungan perkantoran pemerintah masih perlu diperkuat.

Kini, kasus tersebut memasuki babak baru seiring pergantian pucuk pimpinan Polres Magetan.

Bagi AKBP Bagas Sancoyoning Aji, penyelesaian kasus pencurian laptop di Kantor Setda Magetan tentu menjadi salah satu perkara yang akan mendapat perhatian publik. Terlebih, sejumlah petunjuk penyelidikan disebut telah dikantongi sejak awal.

Publik kini tinggal menunggu perkembangan penyelidikan dan langkah kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku di balik aksi pencurian tersebut serta mengembalikan rasa aman di lingkungan perkantoran pemerintah Kabupaten Magetan.(niel/red)

Tinggalkan Balasan