Rumah Sudah Dijual, Pelaku Pencurian Laptop Setda Magetan Masih Diburu Polisi

Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Dwi Heroe Santoso, S.H. (Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Identitas terduga pelaku pencurian tujuh unit laptop dan satu hard disk eksternal milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan akhirnya berhasil dikantongi polisi. Namun, hingga kini pelaku masih belum berhasil ditangkap lantaran keberadaannya sulit dilacak.

Kasus pencurian yang terjadi di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Magetan pada Sabtu dini hari (13/6/2026) tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran Polres Magetan.

Kasat Reskrim Polres Magetan, AKP Dwi Heroe Santoso, S.H., mengungkapkan bahwa terduga pelaku diketahui berasal dari wilayah Jawa Tengah. Namun, upaya pelacakan menghadapi kendala karena pelaku diduga kerap berpindah tempat tinggal, sementara rumah yang sebelumnya diketahui sebagai alamatnya sudah dijual.

“Laptop ini sebenarnya kita sudah mendapatkan identitas pelaku. Tergantung nanti karena pelaku ini memang tidak punya alamat tetap. Aslinya daerah Jawa Tengah, kita sudah tahu alamatnya lah, sementara ini rumah pelaku sudah dijual. Jadi intinya orang ini nomaden,” ujar AKP Dwi Heroe Santoso.

Meski belum berhasil melakukan penangkapan, polisi memastikan upaya pencarian terus dilakukan. Kepolisian juga berencana memanfaatkan sarana teknologi yang lebih canggih untuk membantu mengungkap keberadaan terduga pelaku.

AKP Dwi Heroe turut meminta bantuan masyarakat dan awak media apabila memperoleh informasi yang dapat mengarah pada keberadaan terduga pelaku.

“Kami berupaya melakukan pencarian dengan mungkin dengan sarana yang lebih canggih lagi. Saya berharap juga bantuan dari rekan media, kalau memang mendengar informasi keberadaan pelaku ini bisa disampaikan kepada kami. Saya berharap mohon doanya semoga pencurian laptop di Pemkab segera terungkap,” tambahnya.

Sementara itu, terkait rekaman kamera pengawas atau CCTV yang sempat beredar di media sosial dan memperlihatkan seseorang dengan gerak-gerik seperti berjalan pincang, polisi belum dapat memastikan kondisi fisik maupun status disabilitas terduga pelaku.

Menurut AKP Dwi Heroe, kepastian mengenai kondisi tersebut baru dapat diketahui setelah pelaku berhasil diamankan dan diperiksa secara langsung.

“Ya kita belum tahu, pelaku belum kita tangkap. Walaupun kita sudah tahu identitas pelaku, namun kita belum tahu disabilitas atau belum,” tegasnya.

Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya data penting yang tersimpan di dalam perangkat elektronik yang dicuri. Untuk saat ini, fokus penyelidikan masih diarahkan pada pencarian dan penemuan barang bukti.

“Cuma laptop, datanya kita belum terlalu mendetail sih. Nanti kalau mungkin sudah menemukan barang buktinya dan mendalami, baru tahu,” pungkasnya.

Kasus pencurian tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV-nya beredar luas di media sosial. Hilangnya tujuh laptop dan satu hard disk eksternal dari lingkungan Setda Pemkab Magetan juga memunculkan pertanyaan mengenai pengungkapan kasus serta keberadaan barang-barang yang dicuri.

Peristiwa itu terjadi saat Polres Magetan masih dipimpin AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, yang kini menjabat Kapolres Mojokerto. Penanganan kasus tersebut kini berlanjut di bawah kepemimpinan Kapolres Magetan AKBP Bagas Sancoyoning Aji.

Hingga saat ini, publik masih menantikan langkah konkret kepolisian untuk menangkap terduga pelaku sekaligus mengungkap keberadaan barang bukti yang hilang dari Kantor Setda Pemkab Magetan.(niel/red)

Tinggalkan Balasan