P3-TGAI Desa Sidokerto Diduga Tanpa Pondasi, Kades: Pekerjaan Sudah Sesuai RAB TPM

Pekerjaan P3TGAI yang dikerjakan oleh Hippa Tirto Kerto, Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Dugaan buruknya kualitas pengerjaan kembali mencuat dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Magetan. Pekerjaan saluran irigasi yang dikerjakan HIPPA Tirto Kerto, Desa Sidokerto, Kecamatan Sidorejo, diduga dikerjakan tanpa pondasi serta minim pengawasan di lapangan.

Dari pantauan awak media di lokasi, proses pengerjaan saluran tersebut terlihat telah dilakukan pelantain terlebih dahulu sebelum pembangunan dinding saluran. Selain itu, batu yang diduga digunakan sebagai pondasi tampak dimasukkan ke dalam bekisting papan untuk kemudian diberikan campuran semen.

Selain persoalan teknis pekerjaan, proyek tersebut hanya terlihat dikerjakan sekitar empat orang pekerja. Mereka juga tampak tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) selama bekerja.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan apabila pihak yang bertanggung jawab, baik Ketua HIPPA maupun Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), tidak berada di lokasi untuk memantau dan mengawasi secara langsung proses pengerjaan.

Pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Terlebih, pekerjaan saluran irigasi tersebut akan dimanfaatkan masyarakat petani dalam jangka panjang. Tanpa adanya pengawasan yang memadai, kualitas hasil pekerjaan dikhawatirkan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam program P3-TGAI.

Saat awak media berupaya melakukan konfirmasi di lokasi, salah seorang pekerja menyampaikan bahwa Ketua HIPPA sedang dalam kondisi sakit karena baru mengalami kecelakaan.

“Ketua HIPPA sedang sakit, habis kecelakaan,” ujar salah seorang pekerja.

Pekerja tersebut kemudian meminta awak media untuk datang langsung ke rumah Ketua HIPPA. Namun, awak media memilih melakukan konfirmasi di lokasi pekerjaan karena ingin memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan proyek yang saat itu terlihat hampir rampung.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sidokerto, Sukarno, menyampaikan bahwa menurut pengetahuannya pekerjaan yang dilaksanakan HIPPA telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang menjadi acuan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

“Menurut saya pekerjaan yang dikerjakan HIPPA ini sudah sesuai dengan RAB dari TPM,” ujar Sukarno.

Meski demikian, untuk memastikan kesesuaian teknis pekerjaan dengan RAB serta spesifikasi program P3-TGAI, awak media juga berupaya menghubungi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang mendampingi kegiatan tersebut. Namun, sejak sehari sebelumnya hingga berita ini diterbitkan, TPM yang dihubungi melalui pesan maupun panggilan WhatsApp belum memberikan tanggapan ataupun respons.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan langsung dari Ketua HIPPA maupun TPM terkait dugaan pekerjaan tanpa pondasi, metode pelaksanaan di lapangan, minimnya pengawasan selama pekerjaan berlangsung, serta kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis program P3-TGAI.(niel/red)

Tinggalkan Balasan