MAGETAN (Lensamagetan.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman Magetan konsisten menjalankan inovasi layanan pengantaran obat langsung ke rumah pasien. Inovasi ini dihadirkan guna mengatasi penumpukan antrean serta merespons berbagai keluhan masyarakat terkait durasi menunggu obat di area farmasi yang cukup lama.
Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr. Sayidiman Magetan, Nur Aini, S.Farm, Apt, mengungkapkan bahwa lama penungguan obat sering kali menyita waktu pasien yang memiliki urusan atau kepentingan lain setelah berobat.
“Inovasi dari Instalasi Farmasi ini untuk memecah permasalahan tentang antrean obat. Memang beberapa komplain terkait antrean obat yang lama, karena kadang orang-orang punya kepentingan lain.Kalau harus menunggu obat terlalu lama di sini juga menghabiskan waktu.Makanya kami ada solusi, salah satunya inovasi pengantaran obat, di mana pasien tidak perlu menunggu obatnya di sini. Jadi setelah mendaftar, pasien bisa langsung pulang,” ujar Nur Aini saat memberikan penjelasan mengenai program tersebut.
Mengenai mekanisme pendaftaran, Nur Aini memaparkan bahwa pihak rumah sakit telah menyediakan loket khusus pengantaran obat. Di loket tersebut, petugas farmasi akan memeriksa resep elektronik (e-resep) pasien untuk memastikan apakah jenis obat yang diresepkan memenuhi kriteria pengiriman.
Ia menegaskan bahwa tidak semua jenis resep obat dapat diantar ke rumah.
“Kami lihat dan cek apakah resep yang diterima masuk kriteria pengantaran atau tidak.Yang pertama, jika mengandung obat-obat narkotika dan psikotropika tunggal, itu memang tidak boleh diantar karena termasuk obat pengawasan. Kami khawatir ada penyalahgunaan,” jelasnya.

Selain jenis obat, batasan wilayah juga menjadi pertimbangan. Layanan pengantaran obat ini menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Magetan. Sementara untuk pasien dari luar kota, jangkauan pengiriman dibatasi hingga wilayah Kendal.
Dalam meluncurkan layanan ini, RSUD dr. Sayidiman bekerja sama dengan PT Pos Indonesia sebagai mitra ekspedisi pengiriman.Setelah resep disetujui oleh tim farmasi, pasien dipersilakan menuju loket PT Pos untuk mengonfirmasi alamat pengiriman dan melakukan pembayaran.
“Untuk tarifnya berbayar Rp10.000 untuk semua wilayah di Magetan. Nanti di PT Pos juga akan diinformasikan estimasi obat datang, karena kadang ada pasien yang obatnya tinggal satu dan harus segera diminum,” kata Nur Aini.
Adapun untuk estimasi pengiriman, sesuai dengan kesepakatan (MoU) antara RSUD dr. Sayidiman dan PT Pos Indonesia, pengantaran dilakukan pada hari yang sama.
“Estimasi waktu pengantaran sesuai MoU kami dengan PT Pos adalah pada hari itu juga.Maksimal biasanya habis Magrib atau habis Isya. Namun, jika ada kondisi khusus misalnya setelah libur panjang di mana jumlah pasien dan pengantaran sangat banyak hal itu akan kami informasikan terlebih dahulu kepada pasien,” pungkasnya.(ton/red)












