MAGETAN (Lensamagetan.com) – Enam puluh lima tahun bukan sekadar angka bagi SMAN 1 Magetan. Momentum HUT ke-65 tahun ini dimanfaatkan sekolah untuk mendorong kreativitas siswa sekaligus memperkuat semangat sportivitas melalui berbagai kompetisi olahraga.
Rangkaian kegiatan HUT ke-65 SMAN 1 Magetan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Magetan Nanik Sumantri di GOR Ki Mageti, Senin (14/9/2026) pagi. Pembukaan ditandai dengan penyerahan bola voli secara simbolis.
Sejumlah pejabat dan stakeholder turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya jajaran Forkopimda Magetan, Kepala Dikpora Magetan Suhardi, serta para kepala SMA/SMK di Kabupaten Magetan.
Mengusung tema “Vistara Gemakarsa”, peringatan HUT SMASA tahun ini dikemas melalui sejumlah kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, sekaligus membangun semangat sportivitas.
Empat kompetisi olahraga menjadi bagian utama rangkaian kegiatan. Yakni Smasa Bupati Cup XVII cabang bola voli, Futsal Smasa Cup XII tingkat SMA/SMK/MA se-Karesidenan Madiun, Futsal Senior Smasa Cup VII tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Magetan, serta Smasa Basketball Kacabdin Cup III.
Peserta kompetisi berasal dari berbagai sekolah di wilayah Magetan maupun daerah sekitar. Khusus Futsal Smasa Cup XII, peserta datang dari sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK/MA se-Karesidenan Madiun.
Bupati Magetan Nanik Sumantri mengapresiasi konsistensi SMAN 1 Magetan yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan selama lebih dari enam dekade.
Menurutnya, perjalanan 65 tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama itu pula SMAN 1 Magetan telah ikut mencetak generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, karakter, serta prestasi.
“65 tahun merupakan perjalanan yang sangat panjang dan penuh makna. SMA 1 Magetan telah memberi kontribusi yang besar dalam dunia pendidikan, yang berilmu, berkarakter dan berprestasi,” ujarnya.
Nanik berharap momentum HUT ke-65 dapat menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar SMASA untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi.
Ia juga menilai kegiatan olahraga yang digelar bukan sekadar mencari juara. Lebih dari itu, turnamen menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar menjunjung sportivitas sekaligus membangun relasi dan persahabatan dengan siswa dari sekolah lain.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum memperkuat tali silaturahmi, akan tetapi juga meningkatkan rasa sportivitas antar pelajar,” katanya.
Bupati pun berharap SMAN 1 Magetan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi muda yang unggul serta berkualitas.
“Semoga SMAN 1 Magetan semakin maju, semakin jaya, semakin berprestasi dan senantiasa melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berkualitas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Magetan Aris Sudarmono menjelaskan, tema “Vistara Gemakarsa” dipilih sebagai representasi semangat sekolah dalam mendorong potensi dan kreativitas peserta didik.
“Untuk ulang tahun ke-65 ini, anak-anak mengambil tema Vistara Gemakarsa, ini adalah momen untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dari anak-anak semua,” jelasnya.
Berbeda dengan perayaan ulang tahun yang identik dengan kemeriahan berlebihan, SMASA justru memilih konsep yang lebih sederhana. Sekolah tidak menghadirkan bintang tamu dari luar dan berupaya agar seluruh rangkaian kegiatan tidak menjadi beban bagi siswa maupun orang tua.
Aris mengatakan, hiburan pada acara puncak nantinya juga akan melibatkan alumni SMAN 1 Magetan.
“Tidak terlalu mewah-mewah. Tidak ada bintang tamu dan sebagainya. Hanya, insya Allah, di acara penutupan atau acara puncak, itu hanya mendatangkan band dari alumni,” ungkapnya.
Menurut Aris, esensi peringatan HUT bukan terletak pada kemewahan acara, melainkan bagaimana momentum tersebut mampu membangun kebersamaan seluruh warga sekolah.
“Tidak ada hura-hura (euforia) dan tidak memberatkan siswa ataupun orang tua wali murid,” tegasnya.
Rangkaian kompetisi olahraga HUT ke-65 SMASA dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih empat hari. Tiga cabang olahraga yang dipertandingkan yakni bola voli, futsal dan bola basket.
Untuk babak penyisihan, pertandingan dilaksanakan di lingkungan SMAN 1 Magetan. Sementara pertandingan final dipusatkan di GOR Ki Mageti.
Aris mengatakan, pembatasan jumlah peserta dan penyusunan jadwal dilakukan agar seluruh pertandingan dapat berjalan sesuai rencana.
“Insya Allah empat hari selesai, karena sudah dijadwal, terus pesertanya juga dibatasi. Kita tidak ingin molor karena nanti kaitannya dengan penggunaan GOR, karena antreannya sudah panjang,” pungkasnya.(niel/red)












