MAGETAN (Lensamagetan.com) – Pelaksanaan pemotongan hewan qurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Kabupaten Magetan pada Idul Adha tahun ini berlangsung lancar.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan, drh. Nur Haryani memastikan tidak ada temuan serius yang membahayakan kesehatan daging qurban.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, tidak ada temuan organ-organ yang bermasalah. Tadi ada hati yang diafkir, dari 18 ekor ada dua hati yang dibuang karena investasi cacing yang sudah merusak struktur hati,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, meskipun ada organ yang harus diafkir, daging dari hewan tersebut tetap aman untuk dikonsumsi. “Untuk dagingnya tetap aman,” tegasnya.
Namun demikian, jumlah pemotongan hewan qurban di RPH tahun ini mengalami penurunan. Tercatat total sekitar 55 ekor, lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya jumlah hewan dari lembaga yang biasanya menyumbang dalam jumlah besar.
“Totalnya tahun ini turun, sekitar 55 ekor sampai dengan pagi ini. Karena Lazismu yang biasanya memotong hampir 100 ekor, tahun ini lebih sedikit di sini. Jadi lebih banyak pemotongan dilakukan di masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, drh. Nur Haryani menegaskan bahwa RPH Magetan telah memenuhi berbagai standar nasional, mulai dari Standar Nasional Indonesia (SNI), memiliki juru sembelih halal (Juleha), sertifikasi halal MUI, hingga Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
“RPH kita sudah recommended, standar nasional, dari sarana prasarana dan lainnya. Kita juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sejak masuk (ante-mortem) hingga setelah pemotongan (post-mortem), sehingga daging yang dihasilkan benar-benar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal),” terangnya.
Ia pun berharap masyarakat semakin memanfaatkan fasilitas RPH untuk pemotongan hewan qurban.
“Kita punya fasilitas, ayo digunakan oleh masyarakat Magetan,” ajaknya.
Sementara itu, Mutaqqin, warga Kelurahan Selosari yang rutin memotong hewan qurbannya di RPH Magetan, mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan.
“Hampir lebih dari 5 sampai 10 tahun di sini. Pelayanannya sangat bagus, kebersihannya terjaga, pemeriksaan penyakit hewan juga ketat. Kalau ada organ yang bermasalah langsung dibuang, seperti hati dan lainnya,” ungkapnya.
Ia juga menilai petugas RPH bekerja dengan sigap dan profesional.
“Petugasnya cekatan, proses pengulitan juga bagus,” tambahnya.
Dengan fasilitas dan standar yang dimiliki, RPH Magetan diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat untuk memastikan pemotongan hewan qurban dilakukan secara aman, higienis, dan sesuai syariat.(niel/red)












