Ketua Komisi B DPRD Magetan Apresiasi Job Fair 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran

Rita Haryati, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan bersama Kepala Disnakertrans Magetan Rudi Harsono dalam acara Magetan Job Fair 2026.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Magetan, Rita Haryati, memberikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Magetan yang tetap menggelar Job Fair 2026 di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.

Melalui kegiatan yang digelar di Gedung Korpri tersebut, sebanyak 20 perusahaan membuka sekitar 2.159 lowongan pekerjaan bagi para pencari kerja di Kabupaten Magetan.

Menurut Rita, komitmen Disnakertrans dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan patut diapresiasi karena kegiatan tetap berjalan tanpa mengurangi tujuan utama dari penyelenggaraan Job Fair itu sendiri.

“Jadi pagi hari ini Disnaker menggelar acara Job Fair di Magetan yang berada di Gedung Korpri ini. Mungkin acara ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena efisiensi anggaran, bagaimanapun juga cukup memprihatinkan karena anggaran yang terpangkas di atas 50 persen lebih,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Meski demikian, Rita menilai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tetap menunjukkan komitmennya dalam membantu menyalurkan tenaga kerja dengan menggandeng puluhan perusahaan dari berbagai sektor.

“Di sini Disnaker berkomitmen untuk bagaimana bisa menyalurkan tenaga kerja dengan menggandeng 20 perusahaan, kurang lebih nanti ada 2.159 lowongan pekerjaan yang tersedia,” katanya.

Ia berharap ribuan lowongan kerja yang dibuka tersebut dapat membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Magetan sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin memasuki dunia kerja.

Menurutnya, mayoritas pencari kerja yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan kalangan usia muda, terutama lulusan SMA dan SMK, sementara lulusan perguruan tinggi jumlahnya relatif lebih sedikit.

“Saya lihat pengunjungnya rata-rata yang mencari pekerjaan itu masih muda-muda sekali, rata-rata lulusan SMA, SMK, dan sedikit yang lulusan kuliah,” tuturnya.

Rita menambahkan, di tengah keterbatasan anggaran saat ini, upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan ke depan dapat diperkuat melalui sistem daring atau online.

“Untuk meningkatkan upaya, mungkin yang bisa dilakukan saat ini hanyalah melalui online, karena kalau melalui seperti ini secara offline jelas tidak memungkinkan karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi Kepala Disnakertrans beserta jajarannya yang dinilai mampu mengelola pelaksanaan Job Fair agar tetap berjalan dengan baik meski didukung anggaran yang minim.

“Saya cukup mengapresiasi Pak Kadin dan rekan-rekannya yang sudah berusaha memanajemen bagaimana dengan sedikitnya anggaran itu acara ini bisa berjalan dan tidak mengurangi hakikat daripada Job Fair itu sendiri, yaitu menyediakan lowongan pekerjaan dan menjadi penghubung antara pencari kerja dan pemberi lapangan kerja,” pungkasnya.(niel/red)

Tinggalkan Balasan