Riyono Caping Dorong Ibu-Ibu Magetan Kembangkan Olahan Ikan, Perkuat Budaya Gemar Makan Ikan

Riyono, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS saat memberikan materi dalam Bimtek Peningkatan Akses Pemasaran Pelaku Usaha Perikanan.(Daniel/Lensamagetan.com)

MAGETAN (Lensamagetan.com) – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Riyono Caping, terus mendorong peningkatan konsumsi ikan sekaligus pemberdayaan pelaku usaha olahan perikanan di Kabupaten Magetan. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasaran dan Peningkatan Nilai Tambah Produk Perikanan, Riyono berharap budaya Gemar Makan Ikan (Gemarikan) semakin berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan itu digelar di Rumah Aspirasi Sedulur Mas Riyono, Jambangan, dan diikuti 24 Kelompok Usaha Bersama (KUB) pengolah hasil perikanan. Mayoritas peserta merupakan kaum ibu yang selama ini menjadi pelaku utama usaha olahan ikan.

Menurut Riyono, ikan merupakan sumber protein berkualitas dengan harga yang relatif terjangkau sehingga memiliki peran penting dalam meningkatkan gizi masyarakat.

“Ikan dengan berbagai bentuk hasil olahan sangat penting bagi peningkatan gizi masyarakat. Mulai dari ikan segar, ikan marinasi siap saji, keripik ikan hingga berbagai produk olahan lainnya disukai semua kalangan,” ujar Riyono.

Politisi asal Magetan itu menilai pelatihan semacam ini tidak hanya meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

“Kehadiran 24 kelompok pengolah perikanan yang sekitar 90 persennya adalah ibu-ibu sangat penting. Kami ingin mereka mendapat tambahan ilmu sekaligus mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui usaha olahan perikanan,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai diversifikasi produk, strategi pemasaran, hingga praktik pengolahan berbagai produk bernilai tambah, seperti bandeng presto, keripik ikan nila, nugget ikan, abon ikan, pepes, frozen food, hingga sambal ikan tuna.

Riyono mengungkapkan, perkembangan usaha para peserta cukup beragam. Sebagian telah mampu mencatat omzet hingga Rp10 juta per bulan, sementara lainnya masih dalam tahap merintis usaha.

“Ada yang omsetnya sudah mencapai Rp10 juta per bulan, ada yang sekitar Rp5 juta, dan ada juga yang baru merintis dengan omzet sekitar Rp2 juta. Dengan pendampingan penyuluh perikanan, kami optimistis usaha mereka akan terus berkembang karena nilai tambah produk akan meningkatkan harga jual,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa sektor perikanan di Magetan memiliki potensi besar. Produksi budidaya ikan air tawar mencapai sekitar 1.350 ton per tahun, sementara hasil perairan umum mencapai 37,4 ton per tahun, yang didominasi dari sungai dan waduk.

Riyono berharap pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sektor UMKM berbasis perikanan sekaligus mendukung peningkatan konsumsi ikan di masyarakat.

“Antusiasme peserta sangat tinggi, mulai dari penyampaian materi hingga praktik langsung bersama instruktur. Harapannya, ilmu yang diperoleh bisa diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usaha perikanan di Magetan,” pungkas legislator Dapil VII Jawa Timur tersebut.

Tinggalkan Balasan